Berita Otomotif Terbaru Dalam Dan Luar Negeri
Sabtu 29 Juli 2017, 10:40 WIB

Kontur dan Suhu Jalan Pengaruhi Keawetan Ban

Rangga Rahadiansyah - detikOto
Kontur dan Suhu Jalan Pengaruhi Keawetan Ban Ilustrasi jalanan berlubang Foto: Ibnu Hariyanto/detikcom
Jakarta - Ban kendaraan lama-kelamaan bisa botak. Ternyata, kontur dan suhu jalan mempengaruhi cepat atau tidaknya ban tersebut botak.

Menurut PDP Business Manager Michelin Indonesia, Refil Hidayat membenarkan bahwa tingkat keausan ban dipengaruhi oleh kontur jalan. Kontur jalan yang lebih kasar, misalnya, akan cepat menggerus ban.

"Karena rubber-nya akan bekerja keras, terlalu banyak kontur yang memakan rubber-nya. Tapi kalau misalnya beton halus, mungkin lebih awet dibandingkan dengan aspal yang lebih kasar. Jadi memang tergantung kontur beton atau aspalnya juga," kata Refil saat ditemui di Sirkuit Sentul, Bogor, Jawa Barat, Jumat (28/7/2017).

Selain kontur jalan, suhu permukaan jalan juga berpengaruh. Suhu permukaan jalan yang lebih panas akan membuat ban cepat habis.

"Misalnya di daerah dingin, dibandingkan dengan jalan yang dekat pantai, ground temperature tinggi banget itu akan terpengaruh sama keawetan ban. Jadi banyak sekali faktor yang mempengaruhi kenapa ban itu cepat aus," ucapnya.

Kemudian, kebiasaan melakukan alignment ban (spooring) juga bisa membuat ban lebih awet. Sebab, jika tidak dilakukan alignment, ada bagian-bagian ban yang bakal tergerus terus.

"Ban itu harus napak rata biar distribusinya rata ke semua tapak. Tapi biasanya setelah dipakai, terbentur polisi tidur, lubang, overtime dia akan agak bergeser setingannya. Makanya dikenal ada spooring. Itu yang disebut alignment. Kalau alignment enggak dibenerin, distribution force ke tapak biasanya akan habis sebelah karena agak miring," ucap Refil.

Michelin, kata Refil, merekomendasikan setiap 7.000-10.000 kilometer mobil perlu dilakukan pengecekan alignment. Jika memang terdeteksi ada ketidakseimbangan, maka sebaiknya dilakukan alignment.

"Dicek saja apakah ada yang keluar dari toleransi atau tidak. Kalau masih lurus, tetap jalani saja," ucapnya. (rgr/lth)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikoto.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed
FJB Otomotif +