Namun dikatakan Marketing Communication & PR Head Asuransi Astra, Iwan Pranoto Susanto, penetrasi masyarakat untuk memiliki asuransi, khususnya pada kendaraan bermotor masih kurang. Meski diakui pengetahuan dan kesadaran terkait asuransi sebenarnya telah diketahui oleh masyarakat di Indonesia.
"Kalau dibilang orang mengerti tentang pentingnya asuransi. Tapi penetrasinya masih kecil. Kalau dari OJK (Otoritas Jasa Keuangan) saja masih di bawah 10 persen. Jadi ya awareness-nya itu ada cuma utilitasnya masih kecil," kata Iwan kepada detikOto.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
1. Ubah Mindset tentang Asuransi
|
Agar terlindung dari risiko pencurian, pakai asuransi
|
Menurut Iwan, pertama kali yang harus dilakukan adalah mengubah pola pikir atau mindset terkait asuransi itu sendiri.
"Harus diubah mindsetnya. Financial planning bukan cuma mengatur pendapatan saat punya uang. Tapi berpikir kalau terjadi sesuatu di ke depan hari, uang yang sudah dikumpulkan itu bisa digunakan dengan baik serta dengan takaran yang sudah pasti," kata Iwan.
2. Pilih Perusahaan Asuransi yang Kredibel
|
Foto: Garda Oto
|
"Pilih (perusahaan asuransi) yang kredibel karena jualan asuransi kan masalah kepercayaan. Pastikan perusahaannya terpercaya. Caranya gamoang kalau dihubungi contact centernya, kalau ada emergency atau ada apa-apa gampang klaimnya. Bandingkan harga juga, dengan harga segini dapat apa, valuenya apa, bikin kita nyaman saat di jalan tidak," tandasnya.
Halaman 2 dari 3












































Komentar Terbanyak
Begini Efek Negatif Impor Mobil Pick Up 105 Ribu Unit Senilai Rp 24 T dari India
Impor Pickup India Disebut Lebih Murah, Segini Harganya
105.000 Mobil Pickup Diimpor dari India, Buat Dipakai Koperasi Merah Putih