Selasa, 16 Des 2014 16:56 WIB

Eco Driving ala Mitsubishi Mirage

- detikOto
Palembang - Eco driving pengertian sekilas berarti berkendara ramah lingkungan. Namun bagaimana berkendara ramah lingkungan belum banyak yang memahami. PT KTB (Krama Yudha Tiga Berlian Motors selaku distributor resmi Mitsubishi di Indonesia membeberkan rahasianya.

Promosi and Event PT KTB Abdi Ghaffar, menjelaskan eco driving adalah sikap berkendara dengan tujuan bukan hanya menghemat energi, mengurangi polusi, dan memperpanjang usia kendaraan. Namun juga memaksimalkan fitur kendaraan dan tentunya mengurangi resiko kendaraan.

"Untuk konsumsi bahan bakar itu dipengaruhi cara berkendara, faktor internal kendaraan, dan ekternal atau lingkungan,” ujarnya dalam briefing lomba Eco Fun Drive II di Palembang beberapa waktu lalu.

Untuk faktor internal kendaraan ada beberapa faktor yang perlu diperhatikan. Saringan udara, perbandingan bahan bakar versus udara yang dieal, kondisi busi, serta sistem pendinginan mesin. Pelumasan optimal harus sesuai spesifikasi mesin, volume yang ideal, penggantian secara berkala, serta pengecekan dari kebocoran.

Steering, suspensi, dan ban harus dipastikan secara normal dan aman. Khusus untuk ban, patikan tekanan udaranya sesuai. Karena pengurangan tekanan angin 1 psi meningkatkan hambatan putar sebesar 1,4% (menurut penelitian di AS).

Khusus untuk Mitsubishi Mirage tekanan ideal adalah 35 psi untuk setiap ban. Kondisi ini membuat ban menapak permukaan dengan sempurna. Kalau kelebihan maka bagian tengah dan ujung saja yang menapak permukaan.

"Terasa ringan memang, tapi saat berbelok kurang stabil,” terangnya.

Sebaliknya kalau kondisi tekanan angin kurang maka ban tidak menapak dengan sempurna, ban jadi lebih cepat gundul. Bobot kendaraan jadi semakin bertambah sehingga kerja mesin menjadi lebih berat, dampaknya konsumsi bahan bakar lebih banyak.

Cara mengemudi dengan kondisi mental stabil juga ternyata memengaruhi efisiensi berkendara. Dalam kondisi marah gas biasanya akan terinjak lebih keras sehingga bahan bakar boros. Berkendara dengan emosi stabil membuat berkendaraan lebih nyaman, sehingga perlu memutar musik yang tidak terlalu keras atau sedih.

Akselerasi menginjak gas secara gradual atau bertahap juga menjadi faktor efisiensi. “Saya sudah menguji dan efektif. Pergantian gigi pada RPM 1.500 – 2.000 tidak sampai 3.000 RPM,” kata Abdi.

Untuk tipe transmisi manual maka kopling diinjak dan mengganti gigi secara halus, tidak terpengaruhi kendaraan lain. Kalau kasar membuat kampas juga habis.

Kalau CVT atau automatic, RPM dijaga pada kisaran 1.100-1.200 dengan kecepatan dijaga pada 40 kilometer per jam. Tetap menjaga jarak dengan kendaraan lain agar proses pengereman bisa selembut mungkin. Progresive breaking dilakukan secara bertahap, inisiatif sedikit demi sedikit baru akhirnya ditekan sempurna.

Jadi jika boleh menyimpulkan kalau ingin irit BBM caranya adalah:



  • Hindari akselerasi spontan.
  • Hindari pengereman mendadak.
  • Perbanyak deselerasi atau lepas gas.
  • Jaga jarak antar kendaraan.
  • Akselerasi halus maximum 1.100 rpm (automatic)
  • Shift-up cepat dari gigi 1,2,3,4,5 maximum 1.500 rpm.
  • Jaga kendaraan konstan pada kecepatan 40 km/jam.
(ddn/ddn)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikoto.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com