Muhammad Syafei yang merupakan kepala bengkel Plaza Toyota Tendean mengatakan kalau selepas musim banjir, akan banyak mobil yang dijual. Nah diantara mobil-mobil itu, banyak diantaranya yang merupakan bekas banjir.
Untuk itu, masyarakat yang ingin membeli mobil bekas pun harus teliti sebelum membeli. Ditakutkan, mobil itu ternyata merupakan bekas kena banjir.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Nah, ini beberapa hal yang harus diperhatikan sebelum membeli mobil bekas di musim dan selepas musim penghujan.
Hal standar
|
|
Setelah itu, perhatikan juga saringan udara. Bila ada bekas airnya, maka mobil tersebut pernah terkena banjir.
"Paling mudah mobil di angkat di bengkel. Kalau kita lihat bagian bawah mobil, maka semua akan ketahuan," ujarnya.
Namun, karena sebelum menjual mobilnya, si pemilik atau pedagang melakukan servis, maka ada lagi hal-hal lain yang bisa jadi pertanda baik di sektor mesin itu sendiri atau di eksterior dan interior.
Interior
|
|
Salah satunya adalah karat. Untuk mengeceknya, angkat karpet mobil. Bila mobil itu pernah terendam banjir dan maka akan ada karat di bawah karpet.
Dan bila mau repot lagi, bawa mekanik atau bawa mobil yang hendak dibeli ke bengkel. Disana, minta si mekanik untuk membuka juction box yang ada di balik dashboard di penumpang depan.
Biasanya, lanjut Syafei, kabel-kabel yang ada disana masih menyimpan bekas kotoran dari air banjir. Warna lapisan kabel pun berbeda antara kabel yang sudah 'berumur' dan kabel yang pernah terendam banjir.
Eksterior
|
|
Paling jelas, lihat lagi disk rem mobil tersebut. Biasanya, ada karat di disk mobil yang pernah terendam banjir.
Mesin
|
|
"Dengarkan suaranya. Biasanya kalau mesin pernah terendam banjir itu bunyinya agak keras. Agak lebih keras dari mesin mobil mobil yang 'seumuran'," ujar Syafei.
Lihat odometer mobil. Bila mobil yang belum sampai 50.000 km tapi sudah bersuara agak keras, itu tanda ada yang tidak beres. Kalau sudah diatas 50.000 km, suara mesin memang agak keras, tapi untuk mobil yang pernah terendam banjir, suaranya agak lebih keras dari yang semestinya.
"Banyak pedagang yang nakal. Piston diberi pisang agar suaranya teredam. Jadi halus. Tapi setelah sekian waktu, suaranya bakal sangat kasar," lugasnya.
Halaman 2 dari 5












































Komentar Terbanyak
Nasib! Harga BBM Naik, Mobil Listrik Malah Nggak Gratis Pajak Lagi
Isi Surat Edaran Mendagri, Minta Gubernur Se-Indonesia Bebaskan Pajak EV
Kenapa BGN Beli Motor Listrik yang Belum Jelas Dealer-nya?