"Perawatan lebih mahal? Itu tidak juga. Kalau lebih mahal itu salah pengendara itu sendiri," tutur Kepala Bengkel Plaza Toyota Pemuda Parman Suanda, yang berada di Jl. Pemuda Raya 1 No. 6 Pulo Gadung, Jakarta Timur.
Biaya perawatan transmisi bisa mahal akibat kelalaian dari pengendara itu sendiri.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dia menuturkan yang membuat perawatan mobil matik itu mahal, pengendara mobil hanya mau memakai kendaraannya saja, tetapi tidak dibarengi dengan perawatan.
"Dan di saat jebol (adanya kerusakan) itu pasti baru berasa (sangat mahal)," tambahnya.
Nah untuk Otolovers yang saat ini mengendarai mobil matik jangan lupa untuk selalu merlakukan perawatan secara berkala ya. Ganti oli dan filter oli transmisi secara teratur sesuai buku manual.
"Kalau mobil matik sebenarnya rutin periksa oli transmisi otomatisnya saja. Kalau warnanya masih merah itu masih bagus, tapi kalau sudah hitam dan bau kebakar itu berarti ada masalah dan segera untuk diganti," tutur Ismail Kepala Bengkel Hyundai di kawasan Pondok Indah.
Sementara itu, Adi Kurniawan, kepala mekanik bengkel Dua Barokah di kawasan Jakarta Barat juga mengatakan pengecekan oli transmisi otomatis sangatlah penting pada mobil matik.
Cara memeriksanya bisa kita lakukan sendiri dengan cara melihat tongkat pengukur (dipstick) yang berada di ruang mesin di atas perseneling (gearbox).
Pria yang akrab disapa Adi ini menyarankan kepada setiap pemilik mobil matik agar selalu mengecek oli transmisi setiap menempuh jarak 5.000 km. "Penggantiannya kalau bisa sama seperti mengganti oli mesin. Dan setiap 20.000 km dianjurkan untuk mengganti filter oli transmisi," cetusnya.
(ddn/ddn)












































Komentar Terbanyak
Habis Ngamuk Ditegur Jangan Ngerokok, Pemotor PCX Kini Minta Diampuni
Viral Lexus Berpelat RI 25 Potong Antrean di Gerbang Tol
Viral Pemotor Maksa Lawan Arah, Nggak Dikasih Lewat Malah Ngamuk!