Nah kali ini detikOto akan mencoba memberikan tips dan trik naik taksi dengan baik dan aman.
Vice President Business Development Blue Bird Group, Noni S. A. Purnomo, mencoba memberikan tips dan trik kepada Otolovers yang ingin menggunakan taksi dengan aman dan nyaman.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Lebih aman pesan lewat telepon. Karena kalau by phone nomer taksinya sudah tercatat dengan baik oleh sistem," cetus wanita yang akrab disapa Noni kepada detikOto di Cibubur, Selasa (6/11/2012).
Hal lainnya yakni perhatikan cara memesan taksi tersebut. Diusahakan cari pangkalan taksi resmi dan catat nomer taksi tersebut. Usahakan nomer tersebut di informasikan kepada orang terdekat.
"Kalau ada apa-apa, tapi ini jarang terjadi di Blue Bird, penumpang bisa menginformasikan nomer taksi itu kepada orang terdekat. Jadi ketika ada kejahatan di dalam taksi nomer taksi itu sudah tercatat," tambah Noni.
Noni mengatakan, untuk di Blue Bird kejahatan di dalam taksi jarang terjadi, karena seleksi untuk pengemudinya sangat ketat. Dari 100 persen pelamar hanya 40 persennya diterima. Blue Bird harus mengetahui asal usul pengemudi secara detail.
"Kami tidak asal memilih pengemudi. Jadi kami pastikan kalau di Blue Bird tingkat kejahatan di dalam taksi itu sangat minim. Kalau sampai ada kami akan berikan sangsi yang tegas dan langsung kami putus hubungan," tandas Noni.
Keselamatan Anak
Selain keselamatan penumpang dewasa, Blue Bird Group turut berpartisipasi dalam mendukung keselamatan anak-anak di jalan raya.
Blue Bird ikut dalam rangka Konferensi Anak Indonesia 2012 yang akan digelar pada 5 sampai 8 November 2012 yang mengusung tema "Keselamatan di Jalan".
Dalam kegiatan ini, Blue Bird sebagai mitra transportasi darat yang handal dan terpercaya peduli terhadap kondisi anak-anak di masa kini dan masa yang akan datang. Blue Bird memberikan penjelasan kepada anak-anak bagimana berpergian dengan memilih sarana transportasi yang tepat dan aman.
"Kami sangat berbahagia dapat berpartisipasi dalam Konferensi Anak Indonesia tahun ini. Hal ini karena semakin meningkat korban kecelakaan dan kejahatan di jalan raya terutama dikalangan anak-anak," tutur Noni.
Dalam kegiatan ini terdapat 36 anak-anak dari 28 Provinsi yang berhasil di seleksi oleh salah satu majalah anak-anak di Indonesia. Blue Bird menyediakan 12 unit armada yang akan digunakan untuk simulasi keselamatan berkendara di jalan.
Menurut Noni, tingginya jumlah korban pada anak-anak menjadi keprihatinan berbagai pihak terutama Blue Bird Group. Anak-anak seyogyanya memiliki pengetahuan mendasar mengenai keselamatan di jalan raya sehingga mereka bisa berbeda di dalam ruang transportasi publik secara aman.
Di sini peran dan aksi nyata orang tua dan instansi terkait sangat mutlak dibutuhkan untuk menekan korban jiwa.
"Kami tengah berupaya keras untuk membuat armada taksi dan bus kami ramah terhadap anak-anak, dimana keselamatan mereka dijamin dengan adanya alat GPS di dalam serta armada kami yang membuat pergerakan taksi dapat dipantau. Semua itu untuk kenyamanan dan keselamatan penumpang," katanya.
Dengan demikian, Blue Bird Group optimistis dengan diadakannya Konferensi Anak Indonesia dengan tema "Keselamatan di Jalan" akan memberikan perubahan positif bagi sistem transportasi dan keselamatan berbagai lintas di Indonesia dan yang paling penting menjadikan jalan raya menjadi tempat yang lebih ramah dan aman bagi anak-anak Indonesia.

(ady/ddn)












































Komentar Terbanyak
Diduga Mirip Produk China Rp 8 Juta, Kok Bisa Motor MBG Tembus Rp 40 Juta?
Naik Gila-gilaan! Intip Perbandingan Harga BBM RON 98 di RI Vs Negara ASEAN
Awas Kaget! Segini Pajak BYD Atto 1 Bila Tak Lagi Dapat Insentif