Bisa Punya Mobil Impian Karena Jadi 'Pemanis' di Samping Mobil

Bisa Punya Mobil Impian Karena Jadi 'Pemanis' di Samping Mobil

Rangga Rahadiansyah - detikOto
Jumat, 11 Sep 2015 17:00 WIB
Bisa Punya Mobil Impian Karena Jadi Pemanis di Samping Mobil
Jakarta - Tiap orang memiliki mobil impian masing-masing yang ingin dimilikinya di masa mendatang. Kerja keras pun harus dilakukan agar impiannya terwujud. Hal itu diterapkan oleh Chintya Dewi yang melakoni pekerjaannya menjadi 'pemanis' yang berdiri di samping mobil selama hampir 10 tahun.

Memang, kepada detikOto Chintya bercerita, pekerjaan sebagai usher atau yang sering disebut orang awam sebagai SPG mobil tidak setiap hari ada. Kadang bulan ini ramai, bulan depannya lagi malah sepi.

Meski begitu, kebutuhan Chintya pasti terpenuhi. Bahkan, dia bisa membeli mobil impiannya karena pekerjaannya itu.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Ya pintar-pintar aku nabung aja sih. Jadi kalau bulan ini enggak ada job masih ada tabungan dari job bulan depan, pintar-pintar aku nabung aja," kata Chintya.

Pekerjaannya sebagai 'pemanis' di mobil sering dipandang sebelah mata. Bahkan ada yang menganggap bahwa usher gampang diajak berkencan.

"Tapi kalau niatnya benar cari uang ya harus fokus. Sebenarnya kerjaan ini bisa menghasilkan sesuatu loh. Bisa beli mobil sendiri, bisa beli apa-apa sendiri. Karena tergantung orangnya fokus atau enggak. Kebetulan aku selalu fokus sih. Dan Alhamdulillah bisa kebeli mobil. Nabung, karena memang lumayan juga," ujarnya.

Bahkan, Chintya sempat berganti mobil. Awalnya, dia membeli mobil bekas. Namun, dua tahun kemudian dia bisa membeli mobil yang benar-benar baru.

"Pertama kali aku punya mobil umur 23. Jadi selama 5 tahun aku kumpulin uang, aku kerja dari umur 18. Terus dua tahun kemudian aku nabung setiap hari, akhirnya bisa kebeli mobil baru," katanya.

"Aku dari dulu tuh memang pengin punya mobil warna merah. Aku pengin punya mobil warna merah dan bisa kebeli. Itulah makanya kalau memang sudah niat, bisa aja kan terwujud," lanjutnya.

Memang, pekerjaannya sebagai usher tidak akan bisa ditekuni selamanya. Makanya, Chintya kini punya mimpi untuk membangun sebuah usaha.

"Kan usher tuh ada waktunya juga, Karena kan banyak juga sekarang yang masih umur 21, 22 yang masih cantik-cantik. Penginnya sih setelah ini pengin punya usaha. Jadi ya harus nabung lagi. Kalau aku sih belum ada kepikiran bangun usaha apa. Cuma aku kan suka make-up, jadi aku pengin gelutin itu sih. Gimana caranya supaya bisa jadi make-up artist," ujarnya.

Soal pekerjaannya, Chintya juga cenderung memilih. Dia tidak ingin menjadi usher untuk sebuah brand otomotif yang harus menggunakan pakaian terlalub seksi.

"Kalau saya pribadi sih kalau mau kerja jadi usher lihat juga pakaiannya. Karena biar bagaimanapun yang kerja kan saya. Kalau pakai pakaian yang enggak nyaman kan enggak enak buat diri sendiri kan. Jadi pasti sebelum kerja saya tanya pakaiannya apa. Kalau pakaiannya nyaman dan enggak terlalu terbuka ya saya ambil," katanya.

"Karena otomotif kan kadang pakaiannya yang seksi-seksi. Ya kalau celana pendek sih enggak masalah ya masih oke. Tapi kalau sudah pakai tank top saya enggak pernah ambil. Kecuali emang bajunya yang enggak terlalu terlihat seksi," tambahnya.

Sebab, dia tak ingin mengundang hal negatif dari pekerjaannya sebagai usher. Kalau memang ada tawaran yang mengharuskan memakai pakaian seksi, Chintya lebih memilih mencari pekerjaan lain.

"Kalau terbuka risih. Karena kan kita berdiri, terus orang ngelihat kita, kadang kan orang lihat bukan ngelihat mobil malah ngelihat kita (usher). Kalau pakaiannya terlalu seksi mendingan enggak diambil, karena pasti masih ada kerjaan lain yang lebih pantas aja," kata dia.

(rgr/ddn)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads