Rabu, 08 Jul 2015 12:54 WIB

Yanti, Si Maestro Tong Setan

Imam Wahyudiyanta - detikOto
Gresik - Tak terbersit sedikit pun di pikiran Yanti Dian Mustika Sari (41) menjadi pemain tong setan. Tetapi karena keadaan, ia terpaksa melakukannya. Setelah berada di dalamnya, perempuan itu justru menikmatinya.

"Suami saya kebetulan mempunyai wahana bermain. Dan tong setan adalah salah satunya," kata Yanti mengawali ceritanya saat ditemui detikOto di arena tong setan miliknya di Sarana Olah Raga (SOR) Tri Dharma Petrokimia Gresik, Senin (6/7/2015).

Bagi yang asing dengan istilah tong setan, ilustrasi berikut ini mungkin membantu. Tong setan merupakan atraksi ketrampilan berkendara baik itu menggunakan motor atau sepeda angin.

Arena tong setan berupa tabung dengan bagian atas semakin melebar yang umumya berdiameter 8-9 meter yang mempunyai kemiringan sekitar 70-80 derajat. Di sana, pemain memacu kendaraannya.

Biasanya, tong setan digelar di pasar malam. Selain arenanya yang unik--berbentuk tabung, atraksi ini juga menarik perhatian karena pada saat pemain beratraksi, suara knalpot sangat bising. 

Perempuan asal Lumajang, Jawa Timur ini hobi menggeber motor di arena tong setan. Sampai-sampai, dengar suara gas, adrenalinnya naik.

"Terkadang kalau mendengar suara gas (motor), tangan ini gatal untuk main lagi. Padahal saat itu saya sedang rehat," jelas Yanti.

Sebenarnya, Yanti berniat pensiun di umur 40 tahun. Banyaknya kontrak pertunjukan, membuat Yanti masih harus beratraksi dari satu tempat ke tempat lain. Permintaan itu tak bisa ditolak. Yanti mengaku uang yang cukup besar adalah faktor lainnya.

"Semakin banyak penonton, semakin banyak uang yang saya terima. Saya jadi makin semangat," ujar perempuan beranak 3 ini sambil tertawa.

Yanti mencontohkan, di seperti di Petro (Petrokimia Gresik), timnya bisa mengantongi Rp 8-10 juta semalam. Namun hal itu dibagi dengan pekerja. Uang jutaan didapat dari penonton yang membayar tiket Rp 8 ribu untuk sekali pertunjukan. Sekali pertunjukan, jumlah penonton yang masuk bisa lebih dari 50 penonton. Dan dalam semalam, Yanti bisa melakukan banyak pertunjukan mulai dari pukul 18.00 WIB hingga pukul 22.00 WIB.

Yanti mengakui ada perbedaan antara ia dulu dan sekarang. Yanti yang sekarang adalah Yanti yang lebih berisi. Yanti merasa badannya lebih berat. Tetapi Yanti juga mengaku bertambahnya berat badan tak mengurangi kualitasnya saat ia tampil.

"Kalau dulu saya cukup ramping karena saya fitness terus. Dimanapun saya tampil, saya cari tempat fitness dan berlatih kebugaran di situ. Kalau sekarang sudah gak pernah lagi," timpal Yanti.

Yanti belum tahu kapan ia akan pensiun. Tetapi Yanti mengisyaratkan akan berhenti main tong setan jika sudah tak mampu lagi. Selama 11 tahun larut di dunia tong setan, perempuan berambut panjang itu masih bisa menikmati memacu kendaraan di tabung besar demi menghibur penonton.

(iwd/ddn)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikoto.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com