Salah satunya Olga Lidya. Aktris dan presenter itu berharap kepada pemerintah kota Jakarta untuk mengutamakan angkutan umum daripada kendaraan pribadi.
Olga coba membandingkan dengan negara Singapura dan Indonesia, dimana di Singapura angkutan kereta yang sangat dioptimalkan di negara tersebut.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kondisi jalan pun bertambah ramai otomatis jalan rusak. Masyarakat malah beralih ke motor, mobil untuk memenuhi keperluan sehari-hari, ya untuk kerja, jalan dan sebagainya," kata Olga ketika ditemui detikOto di Jakarta.
Olga menuturkan seharusnya mereka bisa menggunakan kendaraannya di hari libur seperti Sabtu atau Minggu. Dan untuk kendaraan dari rumah ke tempat kerja, cukup memanfaatkan angkutan umum seperti yang dilakukan penduduk Singapura.
"Coba di Singapura, orang mau ke mana aja pakai kereta bawah tanah. Mereka mau karena kondisi angkutannya baik. Nah di Jakarta apa?," tanya Olga.
Ia pun kembali mengkritik salah satu angkutan umum di Jakarta yakni TransJakarta. Menurutnya karena armada yang belum memadai, TransJakarta jadi belum maksimal.
Hal yang paling disesalinya adalah jalan raya yang seharusnya lebar malah diperkecil dan hanya untuk bus yang penumpangnya berkisar ratusan saja.
Sementara di pinggir jalur busway terdapat puluhan ribu orang mengalami kemacetan luar biasa. Hal itu diperparah dengan minimnya armada busway.
"Coba pilih mana yang ratusan atau ribuan yang lewat di jalan. Selain itu busnya juga sangat jarang. Saya tinggal di Kebayoran Lama, dalam satu bulan hanya sekali lihat busway dengan mata kepala. Soalnya armadanya dikit sih. Itu kan jalur dari Lebak Bulus ke Jakarta Barat, dan itu ramai seharusnya diperbanyak busnya," pungkas Olga.
Namun Olga pun berkeyakinan jika pemangku kepentingan menyediakan angkutan umum seperti kereta yang saling berhubungan satu tempat dan tempat lain serta nyaman, bersih, nyaman dan aman seperti di Singapura, masyarakat akan beralih menggunakan kereta. Begitu juga dengan armada TransJakarta yang banyak dan terawat.
Ia pun berani menjamin jika kondisi itu tercipta, dirinya siap memanfaatkan angkutan umum untuk keseharian. "Saya berani menggunakannya asalkan memenuhi syarat," tutup Olga yang kini menggunakan Honda Freed putih.
(ikh/ddn)












































Komentar Terbanyak
Begini Efek Negatif Impor Mobil Pick Up 105 Ribu Unit Senilai Rp 24 T dari India
Impor Pickup India Disebut Lebih Murah, Segini Harganya
105.000 Mobil Pickup Diimpor dari India, Buat Dipakai Koperasi Merah Putih