"Jadi sekarang kami harus mempelajari situasi pasar dengan menurunkan outlook penjualan. Namun kami belum memutuskan secara spesifik pada saat ini," ujar Executive Vice Presiden Toyota Motor Corporation Nobuyori Kodaira setelah jumpa pers mengenai kondisi keuangan Toyota di Tokyo.
Meski pasar Thailand tengah bergejolak, belum ada keputusan mengenai apakah Toyota akan hengkang dari Thailand.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sebelumnya, Perdana Menteri Thailand Yingluck Shinawatra dinyatakan bersalah atas kelalaian dalam subsidi beras yang berdampak buruk pada perekonomian Thailand.
Yingluck juga dinyatakan bersalah atas dakwaan penyalahgunaan wewenang dalam penggantian Kepala Keamanan Nasional Thawil Pliensri pada tahun 2011 lalu, demi menguntungkan partainya.
Atas putusan bersalah oleh Pengadilan Konstitusional Thailand tersebut, Yingluck dilengserkan dari jabatannya sebagai PM Thailand.
Kasus lain yang menjerat Yingluck diputuskan pada Kamis (8/5) kemarin oleh National Anti-Corruption Commission (NACC). NACC menyatakan Yingluck bersalah atas kelalaian yang berujung kerugian finansial Thailand.
(ddn/ddn)










































