Hal itu disampaikan Osamu Suzuki di Jepang, saat membeberkan kondisi fiskal Suzuki. Selama 5 tahun berturut-turut bisnis motor Suzuki selalu mengalami defisit. Suzuki pun siap melakukan perubahan.
Di departemen yang menangani roda dua, Suzuki sudah melakukan perubahan personel dengan menyeluruh. Suzuki ingin mengurangi jarak birokrasi antara bagian perencanaan, penjualan dan pemasaran.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kami akan melakukan reformasi sumber daya manusia. Pada poin ini, kami benar-benar berada di jalan buntu. Meski begitu modal akan tetap diinvestasikan dan saya kira butuh 2 tahun agar kembali pulih," tambahnya.
Pada tahun fiskal 2012 yang berakhir 31 Maret 2013 silam Suzuki tercatat rugi hingga 11,9 miliar yen atau sekitar Rp 1,1 triliun.
Penjualan motor Suzuki pun menurun. Pada tahun fiskal 2012 lalu Suzuki hanya mampu melepas 2.312.000 motor, turun 10,7 persen dibanding tahun fiskal 2011 yang mencapai 2.589.000 motor.
"Setiap kali kami membeberkan laporan keuangan, masalahnya selalu di bisnis motor. Tetapi penjualan kami mulai meningkat di India, jadi kami akan menyuplai di beberapa area," ujarnya.
(ddn/ddn)












































Komentar Terbanyak
Nasib! Harga BBM Naik, Mobil Listrik Malah Nggak Gratis Pajak Lagi
Isi Surat Edaran Mendagri, Minta Gubernur Se-Indonesia Bebaskan Pajak EV
Provinsi yang Bakal Kenakan Pajak buat Mobil-Motor Listrik