Kejadiannya terjadi di dekat desa Boriyavi, Rabu 7 April 2010. Pemilik Nano tadinya akan membawa Nano dari diler di Ahmadabad ke Vadodara.
Ini merupakan yang kedua kalinya Nano terbakar tahun ini. Tahun 2009 lalu ada laporan 3 Nano yang mobilnya berubah menjadi abu.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kami yakin kalau ini terjadi bukan karena kesalahan desain. Kami tengah memeriksanya," ujarnya.
Juru bicara itu memastikan kalau Nano sudah memenuhi semua persyaratan keamanan.
Mengenai terbakarnya Nano pada tahun lalu, Tata sudah mengetahui masalahnya. Kunci kontak Nano dituding sebagai penyebabnya. Tata pun sudah mengganti vendor yang menyuplai kunci kontak tersebut.
Dengan adanya insiden kebakaran berturut-turut ini, Tata semestinya berbenah, soalnya mereka akan mengekspor nano ke Eropa dan AS mulai tahun depan.
(ddn/ddn)












































Komentar Terbanyak
Resmi Turun, Ini Harga BBM Se-Indonesia Juli 2026
Insentif Kendaraan Listrik Molor lagi, Ini Alasan Menkeu Purbaya
Bahlil: Harga BBM Baru Naik 3 Minggu, Masa Udah Ditanya Kapan Turun