Jasa Orang Indonesia di Balik Kemenangan Pecco Bagnaia, Ini Tugas Pentingnya

ADVERTISEMENT

Jasa Orang Indonesia di Balik Kemenangan Pecco Bagnaia, Ini Tugas Pentingnya

Rangga Rahadiansyah - detikOto
Selasa, 08 Nov 2022 12:11 WIB
Mugiyono dan Francesco Bagnaia.
Mugiyono dan Francesco Bagnaia. (Foto: dok. Mugiyono)
Jakarta -

Di balik kemenangan Francesco 'Pecco' Bagnaia di MotoGP 2022, ada peran penting dari salah satu orang asal Indonesia. Ialah Mugiyono yang membantu menyervis helm Pecco agar bisa fokus bertanding di MotoGP.

Mugiyono yang merupakan pria asli Kebumen, Jawa Tengah, bertugas sebagai Racing Service Helm KYT dan Suomy. Di kelas MotoGP, Mugi menangani helm Pecco, Aleix Espargaro, dan Enea Bastianini.

Mugi bersyukur bisa membantu memuluskan Pecco jadi Juara Dunia MotoGP 2022. "Semua ini sudah rencana Allah. Sebagai hamba-Nya wajib sujud syukur," kata Mugi kepada detikcom, kemarin.

Akhir pekan kemarin, Mugi turut andil di MotoGP Valencia 2022. Tahun ini, dia beberapa kali terbang ke kawasan Eropa dan Asia untuk membantu menangani helm para rider MotoGP. Tak cuma MotoGP, Mugi juga menangani helm pebalap Moto3 dan Moto2. Bahkan, helm Juara Dunia Moto2 2022 Augusto Fernandez juga ditangani Mugi.

Selain melindungi kepala rider saat kecelakaan, helm juga bisa menjadi penentu kemenangan. Kesalahan pada helm membuat pebalap kehilangan konsentrasi sehingga sulit mendapatkan kemenangan. Makanya, tugas Mugi tidak bisa dianggap sepele. Kenyamanan para ridernya dalam mengenakan helm menjadi tanggung jawab Mugi.

"Terutama masalah size itu pengaruh banget. Karena terlalu ketat lama-lama di kepala sakit. Terus kalau terlalu longgar mereka nggak nyaman, kalau kena angin bisa geser, jadi mempengaruhi dia balap," ujar Mugi kepada detikcom beberapa waktu lalu.

Sebelum balapan, Mugi mengunjungi pit box masing-masing pebalap. Dia menanyakan tentang ukuran busa helm yang pas dikenakan pebalap tersebut.

"Walaupun saya sudah punya (data) size-nya tetap saya tanyakan dulu. Karena saya nggak mau dia ada masalah di motor tapi merembet ke helm," kata Mugi.

Setiap seri, biasanya para pebalap kembali melakukan fitting helm pada hari pertama sesi MotoGP, yaitu hari Jumat. Mugi sendiri yang memastikan langsung kepada para pebalap yang menggunakan helm KYT atau Suomy. Bahkan, Mugi langsung Whatsapp-an dengan beberapa rider untuk memastikan helmnya fix dan fit.

"Kalau pas dia punya asisten, saya sama asistennya. Contohnya kayak Aleix Espargaro kan punya asisten, Pecco punya asisten, kalau Enea (Bastianini) nggak punya asisten, jadi ngomong langsung ke dia, kadang Whatsapp sama dia, maunya apa. Karena kan penting, jadi butuhnya apa, gimana," sebut Mugi.

[Gambas:Instagram]




Memastikan ukuran helm itu menurut Mugi sangat penting untuk kenyamanan pebalap. Kadang, ukuran helm sudah ditentukan di awal musim, tapi ada pebalap yang meminta ditambah ketebalan busa helm agar pas.

"Ada pebalap yang minta ditambahin 5 mm di bagian kepala sebelah depan atau belakang itu saya siap. Jadi sparepart pun semuanya saya sudah siap. Bisa ditanganin di lokasi. Saya bawa sparepart-nya. Kadang-kadang (busa) sebelah kanan atau depan atau atas kurang fit, saya tambahkan busa 10 mm, atau 20 mmm tergantung permintaan pebalapnya," jelas Mugi.

Ini bukan pertama kalinya Mugi menangani helm pebalap MotoGP. Dari tahun ke tahun, Mugi ditugaskan untuk menangani helm KYT dan Suomy yang dikenakan pebalap MotoGP.



Simak Video "Bastianini Juara di GP Qatar, Ada Jasa Penting Orang Indonesia di Baliknya!"
[Gambas:Video 20detik]
(rgr/din)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT