Intip Garasi Dirut Taspen yang Dituding Kelola Dana Capres Rp 300 T

ADVERTISEMENT

Intip Garasi Dirut Taspen yang Dituding Kelola Dana Capres Rp 300 T

Tim detikcom - detikOto
Senin, 29 Agu 2022 15:05 WIB
Taspen
Ilustrasi gedung Taspen (Foto: Dok. Taspen)
Jakarta -

Direktur Utama PT Taspen ANS Kosasih sedang menjadi sorotan usai advokat Kamaruddin Simanjutak menuding pernikahan gaib hingga dana capres Rp 300 triliun. Menilik sisi lain Kosasih, ada apa saja isi garasinya?

Dikutip dari Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara (LHKPN) KPK, Antonius Nicholas Stephanus Kosasih yang tercatat sebagai Direktur Utama PT Taspen memiliki total kekayaan sebesar Rp 42.128.234.437 atau Rp 42,1 miliaran. Laporan harta tersebut disampaikan pada 1 April 2022 periodik 2021.

Sebagian besar hartanya merupakan aset tanah dan bangunan di wilayah Jakarta dengan nilai Rp 17.445.000.000, harta bergerak lainnya Rp 8.412.660.000, kas setara kas Rp 14.945.238.017, dan harta lainnya Rp 537.336.420.

Dengan jumlah harta puluhan miliar, ANS Kosasih menyampaikan hanya punya dua unit alat transportasi dan mesin. Keduanya merupakan mobil jenis SUV.

Pertama Mitsubishi Pajero Sport yang dilaporkan dibeli dengan cara dicicil. Mobil keluaran tahun 2014 itu ditaksir Rp 300 juta.

Mobil kedua ialah Honda CR-V keluaran tahun 2020. Sementara harganya dilaporkan Rp 488 juta.

Tidak ada daftar kendaraan lain selain dua model di atas yang menjadi milik ANS Kosasih. Dua-duanya tercatat perolehan atas hasil sendiri.

Diberitakan detikcom sebelumnya, Dalam potongan video yang viral di media sosial, Kamaruddin menyebut ANS Kosasih merupakan seorang Dirut BUMN yang mengelola dana Rp 300 triliun untuk modal kampanye Calon Presiden 2024.

Dirut BUMN yang disebut Dirut Taspen itu juga disebut Kamaruddin memiliki banyak wanita simpanan. Para wanita ini dititipi uang oleh dirut BUMN tersebut dari hasil investasi dana perusahaan. Dia bilang, para wanita ini bisa melakukan transaksi Rp 200 juta dalam satu hari.

Kuasa Hukum ANS Kosasih, Duke Arie Widagdo menyampaikan berbagai fakta membantah tuduhan-tuduhan yang disuarakan Kamaruddin. Khususnya masalah penyalahgunaan investasi Rp 300 triliun yang disebut-sebut sebagai dana kampanye Pilpres.

Duke Arie menyatakan ANS Kosasih tidak mengelola sepeserpun dana kampanye. Dia menegaskan Kosasih yang memimpin Taspen selalu melakukan pelaksanaan investasi dan pengelolaan seluruh program yang ada sesuai dengan aturan yang telah ditetapkan oleh Kementerian Keuangan RI dan Otoritas Jasa Keuangan RI.

Perihal tuduhan ANS Kosasih sebagai Dirut Taspen melakukan banyak pernikahan ghaib, Duke Arie menegaskan hal tersebut sama sekali tidak benar. Apalagi pernikahan ghaib hanya untuk mendapatkan imbal hasil investasi.

Pernyataan Kamaruddin pun disebut-sebut sebagai fitnah yang dialamatkan langsung ke ANS Kosasih. Duke Arie juga menyampaikan apa yang disampaikan Kamaruddin adalah kesengajaan untuk membuat kliennya, ANS Kosasih, namanya jadi jelek.

Simak Video 'Bantahan Dirut Taspen soal Dana Capres Rp 300 T-Pernikahan Gaib':

[Gambas:Video 20detik]



(riar/din)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT