Rektor Unila Ditangkap KPK, di Garasinya Ada Koleksi Mobil dan Motor Ini

ADVERTISEMENT

Rektor Unila Ditangkap KPK, di Garasinya Ada Koleksi Mobil dan Motor Ini

Tim detikcom - detikOto
Minggu, 21 Agu 2022 10:13 WIB
Konpers OTT KPK terhadap Rektor Unila Prof Dr Karomani
Foto: Wildan/detikcom. Konpers OTT KPK terhadap Rektor Unila Prof Dr Karomani.
Jakarta -

Rektor Universitas Lampung (Unila), Prof. Dr. Karomani, ditetapkan sebagai tersangka kasus suap proses penerimaan mahasiswa baru jalur mandiri Unila. Karomani dkk terciduk Operasi Tangkap Tangan (OTT) KPK pada Jumat, 19 Agustus 2022, sekitar pukul 21.00 WIB. KPK mengamankan 8 orang di wilayah Lampung, Bandung, dan Bali. Bicara isi garasi Karomani, apa saja koleksi mobil dan motor yang dimilikinya saat ini?

Dikutip dari Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) di situs resmi KPK, Karomani tercatat memiliki total kekayaan Rp 3.186.500.461 serta hutang sebesar Rp 476.869.801. Data kekayaan dan hutang itu disampaikan Romani pada periode 22 Maret 2022/Periodik - 2021.

Dari total kekayaan itu, sebesar Rp 874.315.000 merupakan harta berbentuk tanah dan bangunan, lalu Rp 91.100.000 merupakan harta berbentuk harta bergerak lainnya, dan sekitar Rp 2.594.955.262 adalah harta berupa kas dan setara kas.

Sedangkan untuk harta berupa alat transportasi mesin, nilainya sekitar Rp 103.000.000. Harta tersebut terdiri dari satu unit sepeda motor Honda BeAT lansiran 2010 dengan taksiran harga Rp 8.000.000 dan satu unit mobil sedan Suzuki Baleno 2008 dengan taksiran harga Rp 95.000.000.

Diberitakan sebelumnya, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melakukan OTT terhadap Rektor Universitas Lampung (Unila), Prof. Dr. Karomani. Operasi tersebut dilakukan berdasarkan laporan dari masyarakat.

"Menindaklanjuti laporan masyarakat yang diterimaKPK terkait dengan dugaan korupsi pada penerimaan mahasiswa di Universitas Lampung tahun 2022, Jumat 19 Agustus 2022 sekitar pukul 21.00 WIB, timKPK bergerak ke lapangan dan menangkap serta mengamankan beberapa pihak yang diduga sedang melakukan tindak pidana korupsi di Lampung dan Bandung," kata Direktur Penyidikan (Dirdik) KPK Kombes Asep Guntur Rahayu dalam konferensi pers di kantornya, Minggu (21/8/2022), seperti dikutip dari detikNews.

Simak Video 'Penjelasan Lengkap KPK soal Dugaan Suap Rektor-Ketua Senat Unila':

[Gambas:Video 20detik]



(lua/riar)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT