Respon Mahathir saat Terbit Usul Pembatasan SIM untuk Lansia

Tim detikcom - detikOto
Senin, 11 Okt 2021 20:59 WIB
Tak hanya disetiri Mahathir Mohamad saat menjajal mobnas Malaysia, Jokowi juga pernah lho diajak ngebut oleh Perdana Menteri Malaysia itu.
Mantan Perdana Menteri Malaysia Mahathir saat menyopiri Presiden Indonesia Jokowi Foto: BPMI Setpres/Muchlis Jr
Jakarta -

Mantan Perdana Menteri Malaysia Mahathir Mohamad merespon soal wacana batasan Surat Izin Mengemudi (SIM) bagi warga lanjut usia di Malaysia. Baginya menyetir tak melulu berpatokan pada umur.

Dikutip Paultan.org, Senin (11/10/2021) Direktur Departemen Penyelidikan dan Penegakan Lalu Lintas Bukit Aman (JSPT) Datuk Azisman Alias mengusulkan syarat-syarat tertentu untuk penerbitan SIM kepada warga lansia, termasuk pemeriksaan kesehatan untuk menyatakan laik mengemudi.

"Kami melihat kasus mengemudi melawan arus lalu lintas menjadi tren, dan ada kasus yang melibatkan orang tua berusia 60 dan 70 tahun ke atas. Ini secara tidak langsung dapat menyebabkan kecelakaan di jalan. Beberapa lansia berusia 70 tahun ke atas pelupa dan pikun,dan kebanyakan kasus berkendara melawan arus lalu lintas yang melibatkan kelompok ini karena salah masuk jalan. Sebelumnya ada kasus pengendara lansia masuk jalur sepeda motor," ujar dia.

Pernyataan tersebut memancing para senior, termasuk Mahathir. Di usianya yang sudah menginjak 96 tahun, Mahathir masih terlihat bugar, bahkan kerap mengemudikan mobil sendiri.

"Kemampuan kami tidak terikat usia. Dewasa ini, kita menemukan banyak orang lanjut usia yang masih aktif, masih dapat berpikir dan dapat melakukan tugas-tugas seperti mengemudikan mobil. Tidak ada yang mengganggu saya, saya masih bisa mengemudi. Penglihatan saya masih baik-baik saja, pendengaran saya baik-baik saja, saya bisa melihat jalan dan tidak ada masalah dalam diri saya mengendarai mobil ke mana pun, "katanya dalam video yang diposting di Twitter.

"Untuk alasan lain, saya menjalani tes mata dan penglihatan saya baik-baik saja, terutama di malam hari. Saya bisa mengemudi di malam hari, tetapi mereka tidak mengizinkan saya," kata mantan Perdana Menteri ini sambil tertawa kecil.

"Mengemudi dari Alor Setar ke Kuala Lumpur, tidak ada masalah," tambah sosok yang dijuluki Bapak Mobil Nasional Malaysia itu.

Meski sudah berusia lanjut, kemampuan menyetir Mahathir tak diragukan. Bahkan Presiden Jokowi pun mengakuinya.

"Saya ingat betul tahun 2015 saat saya berkunjung ke Kuala Lumpur, Malaysia, saya diajak Bapak Tun Mahathir untuk test drive mobil Proton. Disetir sendiri Bapak Mahathir dengan kecepatan 180 kilometer per jam. Sangat cepat," kata Jokowi saat itu.





Simak Video "Ismail Sabri Diprediksi Jadi PM Malaysia yang Baru"
[Gambas:Video 20detik]
(riar/lth)