Kyoko Shimada, Wanita Pertama yang Jadi Desainer Mobil Jepang

Luthfi Anshori - detikOto
Rabu, 08 Jul 2020 20:36 WIB
Kyoko Shimada
Kyoko Shimada mendobrak idustri otomotif Jepang yang didominasi kaum pria. (Nissan)
Jakarta -

Kyoko Shimada disebut sebagai wanita pertama yang menjadi desainer mobil dalam sejarah Jepang. Ia pun dianggap sebagai tokoh pendobrak di industri otomotif Jepang yang saat itu didominasi kaum pria.

Pada 1967 industri otomotif Jepang sangat didominasi oleh pria. Yang menarik, Nissan membuat keputusan berbeda. Nissan merekrut Kyoko Shimada, 19 tahun sebelum Undang-Undang Kesetaraan Kesempatan Kerja untuk Pria dan Wanita diberlakukan di Jepang, dan pada masa di mana partisipasi aktif perempuan dalam dunia kerja dan masyarakat bukanlah sesuatu yang lazim.

"Tidak ada satu pun desainer wanita di industri otomotif Jepang pada waktu itu, tetapi Nissan lebih dulu menyadari perlunya memahami sudut pandang wanita dalam mendesain mobil dibanding perusahaan mobil lainnya, karena Nissan tahu bahwa nantinya setiap rumah tangga akan memiliki mobil," kenang Shimada, seperti tertuang dalam Siaran Pers Nissan yang diterima detikOto, Rabu (8/7/2020).

Shimada mengawali kuliah arsitektur di Japan Women's University, ia bergabung dengan Nissan untuk menjadi bagian tim yang terdiri dari 50 desainer - yang semuanya pria dan berspesialisasi di bidang otomotif.

Ia seorang wanita muda, tanpa latar belakang otomotif, tetapi hal tersebut menjadi kekuatannya. Karakter ini membawanya menuju kesuksesan selama 38 tahun di Nissan, di mana ia kemudian mendapatkan wawasan dari tempat-tempat unik, serta memberinya sudut pandang yang imajinatif dan segar.

"Shimada memandang mobil sebagai 'ruang hidup' di mana pengguna dapat mengekspresikan identitas dan gaya hidup mereka di dalamnya; ini suatu pandangan yang unik di masa itu. Ia percaya bahwa mobil tidak hanya memberikan 'ruang' untuk pengemudi tetapi juga untuk penumpang di kursi depan dan belakang. Demikian pula dengan elemen desain lainnya, seperti kontras dan harmonisasi dengan dunia luar".

Ide ini kemudian dituangkan menjadi nyata oleh Shimada. Ia ditugaskan mengerjakan urusan warna dan desain interior untuk mobil penumpang. "Dengan cara kerja yang benar-benar baru, ia mengelilingi pusat perbelanjaan untuk melihat gaya berpakaian terbaru pria dan wanita sebagai sumber inspirasi. Ia juga mengunjungi toko furnitur premium untuk mempertimbangkan cara memasukkan karakter mewah ke interior mobil, dengan menggunakan wawasan arsitektur sebagai referensi struktural," tulis Nissan.

Soal pemilihan warna, Shimada dikatakan kerap memilih warna-warna seperti biru segar, coklat dan putih untuk palet mobil, pada masa di mana eksterior kendaraan mewah semuanya serba hitam. Berulang kali ia dianggap menantang stereotip yang belum pernah terpikirkan oleh orang lain sebelumnya.

"Belum pernah dilakukan bukan menjadi alasan untuk tidak melakukan sesuatu yang berbeda. Jika belum pernah dilakukan, mengapa tidak melakukannya? Setelah hal itu diwujudkan, yang lain pun akan mengikuti secara alami," kata Shimada.

"Setelah kesuksesannya selama hampir empat dekade di Nissan, Shimada pensiun dengan berbagai pencapaian dan tercatat sebagai 'pengusung pertama' dalam berbagai hal, serta selalu dikenang sebagai contoh wanita pertama dengan kepemimpinan yang kuat di Nissan. Tekadnya untuk menjadi diri sendiri adalah kekuatan pendorong di balik kariernya yang luar biasa, yang kemudian berkontribusi besar untuk pengembangan Nissan menjadi perusahaan global".

"Bagi saya, keunikan dari ciri khas Nissan adalah keberanian untuk menghadapi tantangan. Karena itu, Nissan mendorong pemikiran yang bebas dan dapat memproduksi mobil-mobil yang berpandangan ke depan supaya dapat menjawab segala kebutuhan di era baru," tukasnya.



Simak Video "Long Weekend Irit ke Bandung"
[Gambas:Video 20detik]
(lua/din)