Jadi dengan uang sebesar itu, Mayweather bisa membeli mobil apapun yang menurutnya bagus. Apalagi faktanya Mayweather adalah seorang penggila mobil.
Mayweather biasanya belanja mobil di dini hari, agar tak ketahuan orang di satu diler mobil langganannya. Uniknya lagi dia membayarnya dengan uang tunai! Uang itu dimasukkannya ke dalam ransel, sehingga si petugas diler mobil harus cukup sabar untuk menghitung uang Mayweather. Kalau harga mobilnya murah, mungkin petugas tak terlalu kesulitan, ini harganya bisa mencapai jutaan dolar, terbayang berapa lembar uang tunai yang harus dihitung kan?
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Situs autoevolution memberikan daftarnya. Mobil pertama kemungkinan adalah Ferrari. Mayweather sudah memiliki beberapa unit Ferrari seperti 458 Italia dan bahkan Enzo, jadi sepertinya dia bakal mengincar mobil LaFerrari. Untuk mendapatkan mobil ini sangat sulit, Ferrari menerapkan syarat yang ketat bagi calon pemilik LaFerrari. Kalau tidak LaFerrari, Mayweather bisa ditawari mobil teranyar Ferrari 488 Spider.
Mobil berikutnya adalah Rolls-Royce. Karena Mayweather adalah sosok yang materialistik, dia pasti mengincar yang terbaik yang bisa ditawarkan oleh mobil Inggris ini.
Kemudian ada Lamborghini Huracan SV. Tergolong wajar bagi Mayweather untuk mendapatkan Lamborghini. Apalagi dia termasuk kolektor Lamborghini.
Ada lagi mobil sport McLaren, mungkin yang paling murah dulu, McLaren 570S yang dijual seharga US$ 184,9 ribu. Meski relatif lebih murah, bukan berarti McLaren tidak bakal cocok disandingkan dengan armada mobil mewah milik Mayweather.
Terakhir, jika Mayweather menginginkan sebuah mobil yang ramah lingkungan, dia bisa memilih BMW i8 atau juga mobil sport mewah lainnya seperti Tesla Model S P85D. Hmm, kira-kira Mayweather mau pilih mobil mana ya?
(ddn/ddn)












































Komentar Terbanyak
Heboh Pajak Mobil-motor di Jateng Tiba-tiba Naik Drastis, Begini Penjelasannya
Mobil Listrik e-Vitara Dianggap Kemahalan, Suzuki Bilang Begini
Bikin Pajak Mobil-motor di Jateng Mahal, Segini Tarif Opsen PKB