"Saya kira Pak Johnny mau jadi apa saja pasti bisa. Saya kira namanya 'PKK', Pak Johnny Ke sana Ke mari," celoteh Suparno Djasmin dalam media briefing di Hotel Shangri-La, Jakarta, Kamis (3/4/2014).
Menurutnya meski sebagai orang nomor satu di TAM, namun Johnny dianggap sebagai pria yang tidak hanya bisa mengurusi industri otomotif. Johnny dikatakan Abong bisa menjelma sebagai sosok hangat yang multitalenta.
"Pak Johnny jadi apa saja pasti bisa. Jadi speaker pasi bisa, nulis buku sudah nulis. Saya kira kalau Pak Johnny mendirikan PR (public relation) pasti banyak (yang minat)," ujar Abong.
Abong menjelaskan Johnny sebagai sosok ayah sekaligus kakek 1 cucu yang dekat dengan semua karyawan Toyota. Begitu pun pemikiran dan ide briliannya tidak tergantikan selama bekerja di Toyota.
Jadi wajar meski Johnny pensiun, namun dia terus dianggap sebagai sahabat Toyota. Bahkan kesempatan bekerja di Toyota terbuka jika Johnny mengamininya. Abong pun berharap pria dengan ciri khas kumis tipisnya itu tidak menutup hati dan terus menjalin silaturahmi dengan karyawan-karyawan Toyota.
"Tentu pak Johnny kan jadi sahabatnya Toyota. Saya kira banyak lah ide dan pemikirannya. Kalau beliau masih mau (bantu Toyota). Tapi kalau saya traktir makan bubur, pasti beliau mau. Dia sosok hebat," tutup Abong.
(ikh/ddn)












































Komentar Terbanyak
Resmi Turun, Ini Harga BBM Se-Indonesia Juli 2026
Haram Dilakukan saat Ujian Praktik SIM C, Sepele tapi Bikin Auto Gagal
Bahlil: Harga BBM Baru Naik 3 Minggu, Masa Udah Ditanya Kapan Turun