Dunia otomotif selama ini selalu dikenal sebagai dunianya kaum adam. Tetapi seiring perubahan zaman, kaum hawa pun semakin mengenal dan mencintainya. Bahkan sampai memimpin salah satu perusahaan otomotif terbesar di dunia.
Mary Barra (51) akhirnya terpilih sebagai CEO General Motors per 15 Januari 2014 menggantikan Daniel Akerseon. Dia akan memimpin ribuan wanita dan pria di perusahaan yang baru saja melepas sisa saham pemerintah AS ini.
"Saya sudah bekerja selama 33 tahun di GM, banyak wanita di GM yang sangat berdedikasi dengan pekerjaannya. Kami sudah melalui banyak hal, kami belajar banyak tapi kami tidak kehilangan semangat untuk menang
," ujar Barra di situs GM.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Apalagi dengan jabatan Barra selama ini, yang dianggap sebagai salah satu jabatan yang memegang peranan kritikal dalam perusahaan mobil seperti GM. Dia pun sering mendapatkan pujian dari rekannya.
Dikutip dari BBC, di bawah kepemimpinan Barra ketika masih di pengembangan produk, GM meluncurkan mobil-mobil truk pikap dan Chevrolet Impala, mobil yang mendapatkan rating tinggi dari majalah konsumen berpengaruh di Amerika Consumer Reports.
"Mobil-mobil kami seperti Cadillac CTS yang baru diluncurkan sudah mulai diterima publik, dan itu tren yang akan kita teruskan," ujar Barra.
Barra mulai berkecimpung di GM sebagai mahasiswi teknik elektro di tahun 1980, jenjang karirnya di GM pun kian menanjak setelah itu.
Dia pernah memimpin divisi sumber daya manusia setelah GM mengajukan kebangkrutan pada 2009 lalu. Salah satu kebijakan yang dikenang karyawan GM saat itu adalah soal pakaian yang harus dikenakan pekerja. Barra menghapuskan aturan sebanyak 10 halaman soal dress code. Dia juga memangkas birokrasi yang ribet di GM.
"Dengan portofolio kendaraan yang mengagumkan dan kondisi perusahaan yang sehat, saat ini adalah waktu yang mengasyikkan di GM. Saya tersanjung bisa memimpin tim terbaik di industri dan menjaga momentum kami dalam kecepatan penuh," ujar Barra.
Mengenai bosnya yang lama Daniel Akerson, dia menilai Dan adalah pemimpin yang baik.
"Dan sudah menjadi pemimpin yang baik, saat GM masih rapuh, dia membangun landasan yang baik. Jadi sebagai perusahaan kami berutang kepadanya, dan saya doakan yang terbaik untuknya," ujar Barra.
Wanita menjadi pimpinan di GM adalah bukan hal yang tabu. Sebelumnya saat detikOto berkunjung ke Brasil, ada seorang wanita tangguh lainnya yang memimpin ribuan pekerja di pabrik Brasil. Wanita itu bernama Sonia T Campos, dia adalah Director of Manufacturing Operations Sao Caetano do Sul Complex, pabrik GM dengan kapasitas besar di Sao Paulo.
(ddn/ddn)












































Komentar Terbanyak
Asosiasi Ungkap Biang Kerok 'Krisis Ojol' di Jakarta: Biaya Aplikasi Dipotong Gede!
Katanya Dikembalikan, Gubernur Kaltim Kok Pakai Range Rover Berpelat KT 1?
Provinsi Ini Bolehkan ASN Mudik Pakai Mobil Dinas, Asalkan Bukan buat Pamer