Budi Santoso, Tuna Daksa Ikut Balap Motor Hingga Jadi Mekanik Bengkel

Budi Santoso, Tuna Daksa Ikut Balap Motor Hingga Jadi Mekanik Bengkel

Bruriy Susanto - detikOto
Jumat, 29 Nov 2013 13:32 WIB
Budi Santoso, Tuna Daksa Ikut Balap Motor Hingga Jadi Mekanik Bengkel
Sidoarjo - Rupanya Budi Santoso (34), pria tuna daksa ini tidak hanya piawai memperbaiki sepeda motor, anak bungsu dari 5 bersaudara ini juga mengikuti kejuaraan balap motor.

Meski hanya menempati urutan ke-4, warga perumahan TNI AL Desa Pulungan Kecamatan Sedati, Sidoarjo, namun dia tidak kapok ikut balapan hingga menjadi joki. Dirinya pun pernah gabung dengan klub motor Honda CB tahun 2000-2005.

"Saya pernah mengikuti kejuaran balapan drag race, tingkat Jawa Timur. Waktu itu baru lulus SMA," kata Budi Santoso, di sela-sela memperbaiki motor di tempatnya bekerja, bengkel Prima Motor Jalan Raya Betro, Sedati, Jumat (29/11/2013).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dari keberhasilannya ikut balapan, akhirnya anak pasangan Lettu (Purn) Seotomo dengan Sri Rahayu, ingin mengetahui bagaimana cara menunggang 'kuda liar' saat jalan raya. Yang sekalian ingin mengetahui suara mesin motor bagus, mempunyai kecepatan laju yang kencang.

"Dari belajar cara memperbaiki motor, sampai naik motor untuk bisa mendengar suara mesin untuk balapan liar. Akhirnya saya belajar juga jadi seorang joki balapan liar," ujarnya.

Namun sayang, ibunya melarang meneruskan hobinya. Sebab dengan kondisinya yang tidak memiliki dua tangan, dikhawatirkan mengalami kecelakaan. Sang ibu pun menyarankan mencari hobi yang mengasah ketrampilan dirinya.

"Saya terpaksa meninggalkan dunia balapan motor sebagai seorang joki karena dimarahi ibu. Apa yang saya lakukan itu cukup membahayakan dengan melihat kondisi fisik saya," terangnya.

Mendapatkan nasehat dari orang tua, Budi tidak langsung berhenti sebagai joki balapan dan memperbaiki motor. Anak bungsu dari 5 bersaudara, justru ingin belajar mengotak-atik mesin motor dan bagaimana cara memperbaiki motor yang baik dan betul.

"Saya bongkar motor milik orang tua. Saya kembalikan lagi sampai mesin kembali dengan normal hingga bisa nyala," ujarnya.

Mampu memperbaiki motor sendiri, Budi tidak langsung bangga. Justru, dirinya ingin mengetahui lebih detail lainnya. Selain mengembalikan mesin dengan normal.

"Coba belajar memperbaiki motor yang rusak. Dari motor belum bisa nyala sampai bisa hidup normal kembali. Nah, kebetulan ada seorang teman yang motornya rusak, saya perbaiki dan bisa nyala," tambahnya.

Karena keuletannya memperbaiki motor, Budi membantu bengkel temannya yang kini menjadi tempat bekerja. Dan keuletannya membuahkan hasil. Budi akhirnya dipercaya menjadi mekanik bengkel.

Harapannya dengan menabung hasil dari pekerjaannya saat ini, Budi bisa memiliki usaha bengkel sendiri. "Saya ingin membuka usaha membuka bengkel sendiri. Dengan hasil mengumpulkan uang kerja saat ini," harapnya.

(ddn/ddn)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads