"Kalau itu (membeli) hak asasi orang, mungkin saya akan beli juga untuk anak saya tapi untuk dipakai hari Sabtu-Minggu," katanya sambil tertawa.
Dia sebelumnya menuturkan distribusi mobil murah sebaiknya lebih banyak disebar di luar Pulau Jawa. Karena infrastruktur di Pulau Jawa dianggap sudah tidak mungkin lagi menampung kendaraan baru.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Mangandaan juga mendorong produksi otomotif dalam negeri bisa terus dilakukan. Tidak hanya produksi kereta, tapi produksi bus maupun angkutan kota untuk peremajaan.
"Kita harus dukung produksi dalam negeri. Kita tidak mau ambil dari luar, di Madiun kita produksi. Bus juga lah atau angkutan kota disiapkan supaya ada peremajaan antar kota, provinsi dan murah serta hemat energi," ungkapnya.
Selain itu, pihaknya juga menyoroti permasalahan parkir liar di perkotaan. Mangandaan meminta kepada kabupaten/kota agar mengatur lokasi parkir sehingga mampu menampung kendaraan dan tidak menimbulkan kemacetan.
(ze/ddn)












































Komentar Terbanyak
Warga Ngeluh Bayar Pajak Kendaraan Dipersulit, 'Nembak' KTP Asli Rp 700 Ribu
Diborong Proyek MBG, Desain Motor Listrik Emmo Baru Didaftarkan Akhir Tahun Lalu
Spesifikasi Motor Listrik Buat Operasional MBG, Harga Mulai Rp 49 Jutaan