Dilansir situs resmi General Motors (GM), Jumat (12/7/2013), Vice President Global Manufacturing dan President International Operations GM Tim Lee mengatakan kalau perusahaan Amerika Serikat itu berterima-kasih pada pengabdian Martin selama ini. Terlebih di bawah kepemimpinan Martin Aptel, GM telah mencapai rekor penjualan di wilayah ASEAN.
"Di bawah kepemimpinan Martin kami juga telah memperluas pabrik dan meningkatkan penjualan, dan menempatkan GM pada posisi yang terus mengalami pertumbuhan di wilayah yang penting. Selain itu, kita telah memasuki pasar baru seperti Kamboja, Laos dan Myanmar, disamping pembukaan kembali pabrik kami di Bekasi di Indonesia," tambah Lee.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Bahkan Apfel juga pernah menjabat sebagai President of Opel Eisenach GmbH, Director of Opelβs Bochum plants, dan GM executive director of Global Manufacturing Strategy and Planning.
"Saya menghargai kesempatan untuk bisa bekerja di GM selama hampir seperempat abad. Saya meninggalkan GM dengan keyakinan bahwa GM akan melanjutkan pertumbuhannya di ASEAN dan di seluruh dunia," tambah Martin Apfel yang mundur karena alasan pribadi.
Lalu bagaimana pendapat General Motor Indonesia, akan kepergian Martin Apfel, mengingat dirinya juga berpengaruh akan pembangunan pabrik terbaru GM di Indonesia.
"Pada prinsipnya bisnis kita tetap berjalan sebagaimana mestinya, dan Indonesia masih memfokuskan penjualan pada Spin. Dan untuk kepemimpinan secara global, itu sudah ada persiapannya," kata Director Public Relations PT GM Indonesia Maria Sidabutar, saat dihubungi detikOto.
"Kita tetap melanjutkan kegiatan, dengan adanya pergantian Pak Martin, para petinggi tetap memperhatikan Indonesia dan perkembangan Spin. Indonesia akan tetap memproduksi Spin, karena investasi ini sudah dilakukan dengan persiapan secara matang untuk memenuhi kebutuhan domestik dan Asia Tenggara," tambahnya.
(lth/syu)












































Komentar Terbanyak
Begini Efek Negatif Impor Mobil Pick Up 105 Ribu Unit Senilai Rp 24 T dari India
105.000 Mobil Pickup Diimpor dari India, Buat Dipakai Koperasi Merah Putih
Pick Up 4x4 India Jadi Kendaraan Operasional: Biaya Perawatan Mahal-Suku Cadang Terbatas