"Waktu itu Uje pakai helmnya half face, itu enggak biasanya, biasanya dia pakai full face," kata adik kandung Uje, Deki Fajar Siddiq saat berbincang dengan detikcom, Jumat (26/4/2013).
Deki membantah bila kecepatan motor gede Kawasaki E650 yang ditunggangi sang ustad dalam kecepatan tinggi seperti yang disebut pihak kepolisian. "Kecepatannya standar ya 50-60 km/jam," papar Deki.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Suasana sepi waktu itu. Motornya Kawasaki Ninja, mental sekitar 20 meter dari pohon palem," ujar seorang saksi mata Andri sambil menunjuk ke arah sebuah tiang lampu.
Andri mengatakan peristiwa itu terjadi sekitar pukul 01.00 WIB dini hari. Ada 3 orang di lokasi kejadian saat itu, yaitu Andri, (alm) Uje dan adik Uje yang datang kemudian. Menurut Andri, adik Uje menggunakan motor Yamaha Mio. Begitu melihat sang kakak tergeletak karena kecelakaan, adik Uje langsung mencegat taksi dan membawanya ke RS Pondok Indah.
"Waktu itu masih hidup, masih bernafas. Uje pakai helm, helmnya sudah copot waktu saya datang. Mukanya berdarah, pakai baju coklat kayak baju koko (baju muslim)," tutur Andri yang berprofesi sebagai satpam di rumah tepat di seberang lokasi kecelakaan.
Uje meninggal setelah motornya menabrak pohon di depan rumah yang beralamatkan di Jalan Gedung Hijau Raya No. 17, Kompleks Alam Asri Blok PB 38, Pondok Indah, Jakarta Selatan, sekitar pukul 01.00 WIB, Jumat (26/4/2013) dini hari tadi.
Rencananya, jenazah akan dimakamkan usai salat jumat di TPU Karet Bivak. Kini jenazah masih berada di rumah duka di Perumahan Bukit Mas Narmada III Bintaro, Rempoa, Tangerang.
(ahy/ddn)












































Komentar Terbanyak
Ribuan Pikap India buat Kopdes Merah Putih Telanjur Masuk Indonesia
Warga Ngeluh Bayar Pajak Kendaraan Dipersulit, 'Nembak' KTP Asli Rp 700 Ribu
Konversi 120 Juta Motor Bensin ke Listrik Terancam Gagal, Cuma Jadi Ilusi