Wanita Tangguh Ini Pimpin Ribuan Pria Produksi Mobil GM

Laporan dari Sao Paulo

Wanita Tangguh Ini Pimpin Ribuan Pria Produksi Mobil GM

Dadan Kuswaraharja - detikOto
Kamis, 25 Okt 2012 09:36 WIB
Wanita Tangguh Ini Pimpin Ribuan Pria Produksi Mobil GM
Sao Paulo -

Otomotif sudah dikenal dengan dunianya lelaki. Tetapi tidak ada yang mustahil di dunia ini, kaum wanita pun bisa. Termasuk memimpin ribuan pria memproduksi mobil di pabrik General Motors.

Nama wanita tangguh ini adalah Sonia T Campos, dia adalah Director of Manufacturing Operations Sao Caetano do Sul Complex. Pabrik GM di Sao Paulo, Brasil.

"Saya di GM sudah 28 tahun, saya pernah ke Jerman, dan kemudian masuk ke Sao Caetano do Sul Complex di tahun 2007 mengurusi masalah powertrain, tahun 2011 saya menjadi plant manager di sini," ujarnya ramah kepada wartawan termasuk detikOto di Sao Paulo, Brasil.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Di Amerika Selatan hanya ada 2 pemimpin pabrik wanita, dirinya dan seorang lagi di Argentina. "Saya tidak tahu lagi apakah ada insinyur perempuan lain yang memimpin pabrik GM di belahan dunia lainnya," ujarnya.

Sonia bertanggung jawab dalam operasional pabrik yang sudah beroperasi sejak 1930. Itu berarti pabrik sudah berumur 82 tahun. Pabrik sanggup memproduksi 260.755 kendaraan per tahun dalam 3 shift kerja dengan jumlah pekerja sekitar 6.500 orang.

Mobil yang diproduksi di sini adalah mobil Chevrolet Classic, Cruze, Montana, Cobalt, Cruze sedan dan MPV Spin.

Sekitar 9.600 suku cadang berputar tiap harinya di pabrik. Agar mobil bisa diproduksi, Sonia harus mengimpor sekitar 53 persen suku cadangnya. Suku cadang itu diangkut melalui 627 truk dan 68 kontainer tiap harinya.

"Jadi bayangkan melihat banyak truk itu berkeliaran di Sao Paulo," ujarnya tersenyum.

Sonia mencatat di 2011 saat model baru berdatangan dan harus segera diproduksi dirinya dan pekerja lain harus terus bekerja.

"Kami kadang tidak bisa tidur, tetapi kami suka tantangan besar," ujarnya.

Pabrik ini beberapa bulan lalu meresmikan line terbaru untuk proses pengepresan panel senilai 53 juta dolar AS. Line ini sepenuhnya dioperasikan dengan robot, dan menambah line sebelumnya yang harus dioperasikan dengan bantuan manusia.

(ddn/ikh)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads