"Karena sudah jadi saya coba dulu untuk dipakai sambil dievaluasi. Yang jelas ini menggunakan listrik berarti tidak ada efek gas rumah kaca dan ramah lingkungan," kata Gusti di ruang Komisi VII DPR, Jakarta, Rabu (27/6/2012).
Sebelumnya Gusti sudah menjajal minibus ini pada hari Selasa kemarin. Gusti mengaku bus ini cukup nyaman.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Bila bus ini diproduksi secara massal, maka pemerintah akan menyiapkan sarana pengisian ulang bahan bakar listrik di SPBU atau di lokasi tertentu.
Dia menambahkan pembuatan prototipe mobil listrik nasional jenis angkutan umum dan mobil pribadi di perkotaan (city car) menghabiskan dana lebih dari Rp 1,2 miliar.
"Untuk penelitian dua tipe mobil ini dibutuhkan Rp 1,2 sampai Rp 1,6 miliar. Tapi ini total keseluruhan termasuk penelitian, administrasi. Tapi kalau sudah mau diproduksi turun 30 persen jauh lebih murah," terang Gusti.
(fdn/ddn)












































Komentar Terbanyak
Diduga Mirip Produk China Rp 8 Juta, Kok Bisa Motor MBG Tembus Rp 40 Juta?
Naik Gila-gilaan! Intip Perbandingan Harga BBM RON 98 di RI Vs Negara ASEAN
Awas Kaget! Segini Pajak BYD Atto 1 Bila Tak Lagi Dapat Insentif