Mobil China Bakal Gusur Brand Jepang di Indonesia?

Mobil China Bakal Gusur Brand Jepang di Indonesia?

Septian Farhan Nurhuda - detikOto
Minggu, 19 Apr 2026 17:11 WIB
BYD di PEVS 2025.
BYD di PEVS 2025. Foto: Septian Farhan Nurhuda/detik.com
Jakarta -

[Gambas:Youtube]

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Pelan namun pasti, mobil-mobil buatan China mulai mengambil hati konsumen di Indonesia. Bahkan, muncul anggapan, brand-brand asal Negeri Tirai Bambu akan menggusur dominasi pabrikan Jepang di Tanah Air. Benarkah demikian?

ADVERTISEMENT

Tahun lalu, produsen Jepang masih mendominasi penjualan mobil di Indonesia. Menurut data Gaikindo, delapan dari 10 brand mobil terlaris selama 2025 berasal dari Negeri Sakura. Sementara China hanya menyumbang dua nama.

Meski demikian, penjualan mobil China terus meroket dari tahun ke tahun. Sedangkan di sisi lain, sejumlah brand asal Jepang justru mengalami penurunan penjualan yang terhitung signifikan.

Jaecoo J5 EVJaecoo J5 EV Foto: Muhammad Hafizh Gemilang

Bulan lalu atau Maret 2026, empat dari 10 merek mobil terlaris disumbang produsen China, yakni BYD, Jaecoo, Wuling dan Chery. Bahkan, BYD melesat ke urutan kelima usai menyalip Honda. Mereka hanya kalah tipis dari Suzuki di peringkat keempat.

Lantas, akankah datang masa di mana brand China menggusur Jepang sepenuhnya di Indonesia? Hal tersebut pernah terjadi ketika nama-nama besar seperti Toyota dan Honda membuat produsen asal Amerika Serikat (AS) ketar-ketir puluhan tahun lalu.

Sekretaris Umum (Sekum) Gaikindo Kukuh Kumara mengklaim, brand mobil China tak akan menggusur keberadaan brand Jepang di Indonesia. Menurutnya, yang terjadi justru keseimbangan penjualan.

"Mungkin nanti yang terjadi adalah keseimbangan brand. Jadi masyarakat punya pilihan. Jadi yang konvensional masih ada dan mereka akan mengadopsi teknologi modern," ujar Kukuh Kumara kepada detikOto di Menteng, Jakarta Pusat (Jakpus).

"Tidak kemudian menggantikan dan (brand Jepang) hilang sama sekali. Karena kenyataannya brand-brand China untuk bisa diterima di dunia mereka melakukan adopsi dan merger. Mereka tidak benar-benar mulai dari nol," tambahnya.

Booth Suzuki di pameran otomotif IIMS 2025.Booth Suzuki di pameran otomotif IIMS 2025. Foto: Septian Farhan Nurhuda/detik.com

Kukuh membenarkan, saat ini memang ada pergeseran pilihan dari mobil Jepang ke mobil China. Namun, dia memastikan, pemain-pemain lama tak akan tergusur sepenuhnya di Indonesia.

"Kalau diawali dari sebelum 1930-an, manusia kan naik kuda, terus ditemukan kendaraan bermotor buatan Ford. Kemudian ICE maju di Amerika maupun Eropa. Sejalan dengan perkembangan zaman, produsen Jepang muncul tahun 1970-an dan menawarkan mobil-mobil yang affordable dan populer," tuturnya.

"Tapi dulu kan sempat divonis, seperti 'ah mobil kaleng'. Tapi pada kenyataannya mobil ini diterima di seluruh dunia. Karena mereka bisa bikin mobil terjangkau dengan teknologi dan tampilan menarik. Lalu muncullah kendaraan-kendaraan China yang populer dengan EV-nya," kata dia menambahkan.




(sfn/rgr)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads