Siapa saja keempat orang tersebut? Dahlan mengungkapkan empat orang tersebut adalah orang-orang muda yang luar biasa. Ada nama Mario Rivaldi, pemuda kelahiran Bandung, pernah kuliah di Institut Teknologi Bandung (ITB) kemudian mendapat beasiswa kuliah di Jerman.
"Mario bahkan sudah melahirkan prototype sepeda motor listrik dan mobil listrik. Saya sudah pernah mencobanya di Cimahi. Mario sangat siap memproduksi mobil listrik nasional. Selama uji coba itu tiga tahun terakhir, Mario bekerjasama dengan LIPI dan ITB," jelasnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kini Dasep mengembangkan industri mesin presisi dan memasok mesin-mesin untuk industri mobil dengan bendera PT Sarimas Ahmadi Pratama.
"Dasep sangat siap melahirkan prototype mobil listrik nasional dalam dua bulan ke depan. Saat ini Dasep sedang mengerjakan mobil-mobil itu," tuturnya di blog resminya.
Kemudian ada dua pemuda lagi yakni Ravi Desai dan Danet Suryatama yang memang sangat siap memproduksi mobil listrik nasional.
Soal 4 putera petir ini lah yang menjadi bahan rembukan Dahlan dengan almarhum Wakil Menteri ESDM Widjajono Partowidagdo.
"Saya sering mengajak bicara beliau (Widjajono) soal mobil listrik nasional. Termasuk perkembangan terakhirnya. Saya tahu konversi gas memang bisa dilakukan lebih cepat dari mobil listrik nasional," ujar Dahlan.
"Saya bersyukur sempat menginformasikan perkembangan terakhir mobil listrik nasional. Ribuan email dan SMS mendukung dengan gegap-gempita kehadiran mobil listrik nasional itu. Dan yang secara serius mengajukan konsep, desain, dan siap memproduksikannya ada empat orang," ungkap Dahlan menjelaskan.
(ddn/ddn)












































Komentar Terbanyak
2 Pabrik Otomotif Jepang di RI Cabut ke Vietnam, Ribuan Pegawai Kena PHK
2 Pabrik Otomotif Jepang di RI Mau Cabut ke Vietnam, Ini Alasannya
Indonesia Ditinggal Kabur Pabrik Otomotif, Pemerintah Harus Ambil Sikap!