"Saya ingin mengenang hubungan personal saya dengan Toyota. Di 1970 orangtua saya membeli Corolla biru. Sebelum Toyota, keluarga saya membeli Fiat dan Chevy. Jadi ingatan pertama saya akan mobil keluarga adalah Toyota Corolla," ujarnya dalam bahasa Inggris yang disambut tepuk tangan ratusan undangan yang hadir dalam peringatan 40 tahun Toyota di Hotel Shangri-La, Jalan Sudirman, Jakarta, Selasa (13/9/2011).
Merek Corolla tetap dipakai ketika Mari kuliah tahun 1990an. "Mobil itu kemudian saya jual, diganti dengan Toyota hatchback berwarna perak. Saya ingat merek dan warnanya," ujarnya mengenang.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Mari menuturkan salah satu kunci suksesnya Toyota selama 40 tahun di Indonesia adalah konsumen yang loyal. "Dan konsumen yang loyal itu ada karena barang yang berkualitas tinggi, bisa diandalkan, konsistensi dan variasi produk," ujarnya.
Toyota lanjutnya, sudah menjadi mobil bagi semua orang. Mulai dari keluarga sampai menteri.
"Ketika diwawancara Presiden Susilo Bambang Yudhoyono pada bulan Juli 2004 di Cikeas, mungkin anda-anda bisa membaca laporan beritanya. Yang menggambar Mari Pangestu bla-bla-bla, dan di situ digambarkan, Mari Pangestu mengendarai Toyota Vios. Dan apa yang kami dapatkan ketika menjadi menteri? Toyota Camry. Pak Jusuf Kalla mungkin masih ingat sempat ada debat apakah menteri harus memakai Kijang atau Camry," ujarnya tersenyum.
"Di 2009 ketika terpilih lagi, menteri-menteri akhirnya mendapatkan mobil baru, Toyota Crown Royal Saloon," pungkasnya.
(ddn/ddn)












































Komentar Terbanyak
Diduga Mirip Produk China Rp 8 Juta, Kok Bisa Motor MBG Tembus Rp 40 Juta?
Naik Gila-gilaan! Intip Perbandingan Harga BBM RON 98 di RI Vs Negara ASEAN
Awas Kaget! Segini Pajak BYD Atto 1 Bila Tak Lagi Dapat Insentif