Tes Performa Benelli 502c: Suaranya Galak, Tenaganya Kalem

Muhammad Hafizh Gemilang - detikOto
Jumat, 17 Sep 2021 19:41 WIB
Jakarta -

Hadirnya Benelli 502c praktis membuat pasar moge cruiser kelas 500 cc kian panas. Apalagi, 502c datang dengan mesin yang bersuara sangar dan merdu bak moge empat silinder, padahal mesinnya hanya dua silinder segaris.

Di atas kertas, spesifikasi Benelli 502c ini cukup 'menggigit' di kelasnya. Mesinnya DOHC-nya ini punya kapasitas pas di 499,6 cc. Mesinnya menggunakan empat buah katup dan sudah dibekali dengan radiator sebagai senjata anti overheat.

Benelli 502cTampilan Benelli 502c Foto: Muhammad Hafizh Gemilang

Benelli memilih piston berdiameter 69 mm dengan jarak langkah 66,8 mm untuk 502c ini. Secara umum karakter motor ini memang overbore, namun menurut kami, penyaluran tenaga motor ini cenderung halus dan tidak terlalu buas di tarikan awal.

Suara galak nan merdunya baru teriak di putaran mesin 6.000 RPM ke atas. Namun jangan khawatir, dari pengetesan yang kami lakukan, mesin 502c ini tidak bikin kita takut jika awam menggunakan moge.

Nah, mesin 502c ini jelas bukan untuk kalian yang speed freak atau pecinta kecepatan. Penyaluran tenaganya cenderung smooth dan baru garang di putaran mesin menengah. Namun namanya moge 500 cc, jelas jika dipancing untuk kebut, mesinnya akan menyanggupi.

Benelli 502cPengereman depan Benelli 502c Foto: Muhammad Hafizh Gemilang

Asyiknya lagi, Benelli membekali motor ini dengan pengereman yang jempolan. Di depan, Benelli meyematkan dua buah rem cakram yang masing-masing berdiameter 280 mm. Cakram gandanya ini, dijepit oleh kaliper 4 piston di masing-masing sisi.

Sementara untuk rem belakangnya, Benelli hanya memberikan satu buah rem cakram berdiameter 240 mm yang dijepit dengan kaliper 1 piston. Remnya ini sudah dilengkapi dengan teknologi ABS dua channel.

Lalu, ada dua hal yang menurut kami jadi kelemahan bagi Benelli 502c. Pertama dari segi distribusi panas mesinnya. Biarpun motor ini sudah ada radiator dan extra fan-nya, tapi sayang penyaluran uap panasnya sedikit mengarah ke area kaki dari pengendara. Sehingga sensasi panas kadang terasa jika motor dibawa merayap di kemacetan.

Benelli 502cWujud Benelli 502c yang dites oleh detikOto Foto: Muhammad Hafizh Gemilang

Selain itu dalam unit yang kami tes ini, kami merasakan ada getaran mesin yang minor di area setang dan footstep. Getaran ini muncul di putaran mesin 6.000 hingga 7.000 RPM. Sayangnya, putaran mesin segini tuh kerap kita gunakan dalam berkendara harian.

Kami juga melakukan pengetesan untuk efisiensi bahan bakarnya. Dalam tes yang kami lakukan secara dinamis. berkendara dengan kecepatan tinggi, merayap di kemacetan, hingga beberapa kali boncengan, ternyata konsumsi bahan bakar Benelli 502c ini dapat di angka 19 km/liter.

Overall, Benelli 502c ini hadir dengan mesin yang terasa pas. Bukan mesin yang terbaik di kelasnya, tapi cukup mumpuni dan menyenangkan dengan suara khasnya. Tak heran jika menurut kami, Benelli 502c ini cocok untuk moge pertama dan bisa menjadi pilihan untuk pengendara yang baru mau naik kelas ke kelas moge 500 cc.

(mhg/din)