Skutik Suzuki Address, Enak Dikendarai Apa Tidak?

Ototes

Skutik Suzuki Address, Enak Dikendarai Apa Tidak?

- detikOto
Kamis, 18 Des 2014 08:40 WIB
Skutik Suzuki Address, Enak Dikendarai Apa Tidak?
Jakarta - Skutik Address yang diluncurkan PT Suzuki Indomobil Sales (SIS) Roda Dua pada ajang Indonesia Motorcycle Show (ImoS) 2014 lalu membuat penasaran detikOto. Untungnya Suzuki sempat mengajak detikOto untuk menjajalnya. Seperti apa performanya?

Rute yang dipilih dimulai dari diler Suzuki Indojakarta Motor Gemilang (SMG), di bilangan Sunter, Jakarta.

Perjalanan dilanjutkan melalui Kelapa Gading, Rawamangun, Pramuka, Matraman dan berakhir pada etape pertama di Cuppa Coffee, Jatinegara. Kemudian, perjalanan menuju Rolling Stone Cafe di wilayah Kemang, Jakarta Selatan dilanjutkan pada etape kedua.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

detikOto dan beberapa awak media lain pun sempat merasakan keunggulan Suzuki Address. Bermanuver di tengah kemacetan menjadi makanan yang harus ditelan detikOto dan rider lain.

Memang, PT SIS sengaja mengajak para rider untuk melewati kemacetan Jakarta agar bisa merasakan keunggulan di tengah kepadatan jalan kota. Keunggulan Address mengarungi jalan yang penuh dengan mobil dan motor pun sempat dirasakan detikOto.

Penasaran apa saja keunggulan Suzuki Address yang dirasakan detikOto? Simak ulasan beikut.

1. Sanggup muat banyak barang

Salah satu keunggulan Suzuki Address adalah mampu mengangkut banyak barang bawaan. Sebab, bagasi yang dimiliki skutik anyar milik Suzuki ini cukup besar dengan kapasitas 20,6 liter. Hal itu membuat bodi Suzuki Address tampil lebih besar.

"Bagasi besar 20,6 liter. Beras satu karung juga masuk," canda GM Marketing 2W PT Suzuki Indomobil Sales Yohan Yahya.

Dari segi desain, Suzuki Address tersedia dengan warna Mettalic Medium Blue dan Celebration Red. Selain itu, Address dengan tampilan MotoGP pun mulai disediakan Suzuki. Desain itu dibuat untuk menarik anak-anak muda yang menjadi bidikan Suzuki.

Dilihat dari depan, desain Address tampil lebih dinamis, cocok untuk konsumen berjiwa muda.

Selain itu, tampilan speedometer, indikator bahan bakar, trip meter, indikator lampu beam, oli, lampu sein dan eco riding dikemas di dalam cluster meter yang terlihat cukup jelas saat berkendara.

Tampilan terbaru juga disediakan Suzuki dalam meramaikan kembalinya Suzuki di MotoGP. Skutik ber-DNA khas Suzuki di ajang MotoGP hadir dengan warna Macho Bright Blue dan desain stripping yang serupa dengan Suzuki GSX-RR MotoGP 2015.

2. Aspek Kenyamanan Berkendara

Dengan tampilan yang lega, Suzuki memaksimalkan kenyamanan berkendara pada Suzuki Address.

Untuk itu, skutik anyar ini diberi pijakan kaki yang lebih luas. Selama berkendara, detikOto merasakan kenyamanan karena kaki bisa lebih leluasa dengan pijakan kaki yang luas.

Jarak antara lutut detikOto yang memiliki tinggi 175 cm dengan deck motor tidak terlalu sempit. Joknya yang dibuat lebih besar, membuat posisi duduk lebih nyaman.

Ketika berhenti, detikOto tidak perlu jinjit untuk menopang badan besar Suzuki Address. Sebab, ukuran skutik ini tidak begitu tinggi. Hal itu cocok untuk tinggi badan rata-rata orang Indonesia.

3. Meliuk di Antara Barisan Mobil

Skutik Suzuki Address memang memiliki badan besar. Tapi, bukan berarti skutik terbaru milik Suzuki ini tidak bisa diajak bermanuver di tengah kemacetan kota. Dengan bobot 97 kg, Address masih ringan diajak meliuk.

Skutik yang memiliki sudut caster (sudut kemiringan setang dari poros roda depan) 25 derajat ini sangat mudah dikendalikan. detikOto merasakan skutik ini lebih lincah dan tidak terlalu berat untuk dibelokkan.

4. Performa Mesin

Mesin berkapasitas 113 cc yang terdapat di Address cukup menjanjikan. Suzuki Address yang menggendong mesin 4-stroke, 1 cylynder, air-cooled, SOHC ini memiliki akselerasi terbaik.

Di barisan konvoi, detikOto mulai mencoba performa yang dimiliki Address ini. Hasilnya, detikOto bisa merasakan akselerasi yang maksimal.

Skutik ini memiliki gearbox yang paling kecil dibandingkan merek lain. Hal itu diyakini memberikan torsi yang besar pada saat tarikan awal. Akselerasi yang dirasakan detikOto cukup mumpuni. Dari kecepatan 20 km/jam hingga 80 km/jam mampu ditempuh dengan hitungan detik.

Pada konvoi yang diikuti 21 rider, kondisi jalan cukup padat. Jarak antar rider pun cukup rapat. Sebab, Suzuki mengajak ke-21 rider itu untuk membuktikan keiritan yang dihasilkan Suzuki Address.

Tapi, hal itu bukan berarti membuat detikOto tidak bisa merasakan performa maksimal. Rasa penasaran dengan kinerja yang dihasilkan mesin Address muncul. Sayangnya, kepadatan jalan dan kerapatan jarak antara detikOto dengan rider lain sangat rapat.

Di tengah kepadatan itu, detikOto hanya mampu menempuh kecepatan maksimal 80 km/jam. Tapi, pada kecepatan tinggi itu Address tidak memiliki getaran. Tarikan yang dihasilkan masih halus. Kecepatannya pun sebenarnya masih bisa dipacu lebih tinggi lagi.

5. Konsumsi BBM

Memang, akhir-akhir ini beberapa produsen otomotif berlomba membuat kendaraan yang irit. Suzuki pun turut mengeluarkan skutik yang diklaim lebih irit.

Dengan kapasitas tangki bahan bakar sebesar 5,2 liter, pihak Suzuki pernah menjajal melewati rute Pekanbaru-Padang tanpa sekali pun mengisi BBM. Bahkan, kata Yohan BBM di dalam tangki masih tersisa.

Tapi, klaim Suzuki itu tidak membuat detikOto percaya begitu saja. Pada etape pertama perjalanan bersama 21 rider, detikOto mencoba menguji keiritan BBM Address. Kecepatan yang ditempuh detikOto mulai 20-40 km/jam dalam berbagai kondisi jalan.

Dengan jarak tempuh 16,1 km, Address yang ditunggangi detikOto hanya meminum 0,25 liter bahan bakar jenis Pertamax RON 92. Perhitungannya, Address yang ditunggangi detikOto itu mampu menempuh jarak 64,4 km dalam satu liter bahan bakar. Lumayan irit ya?

6. Poin Minus

Dari berbagai keunggulan yang dibesar-besarkan Suzuki, ternyata Address masih memiliki kekurangan. Salah satu kekurangannya terletak pada sistem standar samping skutik Address.

Para pesaing Suzuki Address sudah mulai mengunakan sistem standar samping untuk mendukung keselamatan. Jika standar samping itu direntangkan, mesin tidak bisa menyala. Tapi, sistem itu belum diterapkan di Address ini.

Padahal, sistem itu saat ini sudah menjadi sebuah keharusan di sebuah motor skutik. Sebab, pengguna yang lupa menutup kembali standar samping itu bisa terancam keselamatannya jika berkendara dalam kondisi standar yang masih berdiri.


Halaman 2 dari 7
(rgr/ddn)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads