Nah, kali ini detikOto kembali diberikan kesempatan oleh Piaggio Indonesia untuk lebih lama lagi 'kencannya'. Sehingga, detikOto bisa menilai lebih dalam lagi kepada sang legenda, Primavera.
Pengujiannya dilakukan layaknya berkendara biasa, yakni dipakai harian untuk beraktivitas, seperti pergi ke kantor, berkeliling ke beberapa tempat di Jakarta hingga kongkow di salah satu cafe di Jakarta Selatan.
Jadi seberapa nyaman, sang legenda Vespa Primavera dipakai untuk harian? Yuk simak ulasannya di bawah ini!
|
luthfi-detikOto
|
1. Tampilannya yang Ciamik
|
|
Tanpa adanya striping saja, sang legenda sudah mampu menyedot perhatian pengguna motor lain. Primavera yang ditunggangi detikOto berwarna putih dengan warna jok merah.
Secara dimensi dan sekilas tampilannya hampir mirip dengan Vespa LX yang sukses di pasaran. Tapi ada beberapa elemen yang membedakan sekaligus menjadi ciri khas Primavera. Jadi ketika orang melihat sudah tahu kalau motor itu adalah Vespa Primavera.
Bentuk bodi sebelah kanan dan kirinya terutama di bagian belakang sangat mencirikan desain Primavera yang ultra modern. Joknya yang lebar menjadikan kesan gagahnya semakin kuat.
Lampu depannya bulat dan besar dipercantik dengan lampu sein dibagian depan kiri dan kanan serta spion bulat. Semuanya menjadikan kesan retro pada sanga legenda.
Begitu juga lampu belakang yang dibuat sesuai dengan lekukan bodi belakang. Desain knalpotnya juga cukup menarik. Untuk pijakan kaki pengendaranya cukup leluasa, tapi untuk pijakan kaki orang yang dibonceng terlalu kecil sehingga tidak bisa memberikan keleluasaan bagi penumpang belakang.
1. Tampilannya yang Ciamik
|
|
Tanpa adanya striping saja, sang legenda sudah mampu menyedot perhatian pengguna motor lain. Primavera yang ditunggangi detikOto berwarna putih dengan warna jok merah.
Secara dimensi dan sekilas tampilannya hampir mirip dengan Vespa LX yang sukses di pasaran. Tapi ada beberapa elemen yang membedakan sekaligus menjadi ciri khas Primavera. Jadi ketika orang melihat sudah tahu kalau motor itu adalah Vespa Primavera.
Bentuk bodi sebelah kanan dan kirinya terutama di bagian belakang sangat mencirikan desain Primavera yang ultra modern. Joknya yang lebar menjadikan kesan gagahnya semakin kuat.
Lampu depannya bulat dan besar dipercantik dengan lampu sein dibagian depan kiri dan kanan serta spion bulat. Semuanya menjadikan kesan retro pada sanga legenda.
Begitu juga lampu belakang yang dibuat sesuai dengan lekukan bodi belakang. Desain knalpotnya juga cukup menarik. Untuk pijakan kaki pengendaranya cukup leluasa, tapi untuk pijakan kaki orang yang dibonceng terlalu kecil sehingga tidak bisa memberikan keleluasaan bagi penumpang belakang.
2. Nyaman untuk Dibawa Harian
|
|
Dalam kondisi jalan macet, diajak meliuk-liuk atau selap-selip sangat mudah, bodinya yang sedikit gambot tidak menyulitkan untuk diajak meliuk-liuk diantara mobil yang ada di sebelah kiri dan kanan.
Dijalanan yang lurus, cukup nyaman juga diajak berakselerasi. Putaran atas dan juga putaran bawahnya cukup oke untuk sekelas motor dengan mesin 150 cc. Rem depan dan belakang juga tidak terlalu keras.
Lalu, ketika melibas jalanan yang kurang bagus, atau polisi tidur, suspensinya dirasakan sedikit keras. Bantingannya begitu terasa kasar ke badan pengemudi, detikOto sempat melewati jalan yang berlubang dan ketika ban depan dan belakang kena lubang, ban belakang sedikit membuang ke kanan.
Selain itu, yang detikOto rasakan joknya masih terlalu keras, bisa dibilang empuk model LX dibanding Primavera. Untuk bahan koreksi, kedepannya mungkin joknya dibuat sedikit empuk.
Dipakai untuk membonceng juga tetap nyaman, posisi duduk pengendara dan orang yang dibonceng tetap nyaman. Untuk pengendara tinggi 170 cm keatas kaki pasti akan tegak menapak ke tanah, tapi jika kurang harus sedikit jingjit.
Begitu juga dengan orang yang dibonceng, tempat pijakan kakinya terlalu kecil dan lagi desain jok belakang yang melebar membuat cepat pegal orang yang dibonceng.
Tapi, secara keseluruhan sang legenda ini masih sangat nyaman untuk digunakan sehari-hari.
2. Nyaman untuk Dibawa Harian
|
|
Dalam kondisi jalan macet, diajak meliuk-liuk atau selap-selip sangat mudah, bodinya yang sedikit gambot tidak menyulitkan untuk diajak meliuk-liuk diantara mobil yang ada di sebelah kiri dan kanan.
Dijalanan yang lurus, cukup nyaman juga diajak berakselerasi. Putaran atas dan juga putaran bawahnya cukup oke untuk sekelas motor dengan mesin 150 cc. Rem depan dan belakang juga tidak terlalu keras.
Lalu, ketika melibas jalanan yang kurang bagus, atau polisi tidur, suspensinya dirasakan sedikit keras. Bantingannya begitu terasa kasar ke badan pengemudi, detikOto sempat melewati jalan yang berlubang dan ketika ban depan dan belakang kena lubang, ban belakang sedikit membuang ke kanan.
Selain itu, yang detikOto rasakan joknya masih terlalu keras, bisa dibilang empuk model LX dibanding Primavera. Untuk bahan koreksi, kedepannya mungkin joknya dibuat sedikit empuk.
Dipakai untuk membonceng juga tetap nyaman, posisi duduk pengendara dan orang yang dibonceng tetap nyaman. Untuk pengendara tinggi 170 cm keatas kaki pasti akan tegak menapak ke tanah, tapi jika kurang harus sedikit jingjit.
Begitu juga dengan orang yang dibonceng, tempat pijakan kakinya terlalu kecil dan lagi desain jok belakang yang melebar membuat cepat pegal orang yang dibonceng.
Tapi, secara keseluruhan sang legenda ini masih sangat nyaman untuk digunakan sehari-hari.
3. Konsumsi Bahan Bakar
|
|
Memang kesimpulan 1 liter bisa tembus berapa km-nya tidak bisa didapat, tapi perkiraan dan yang dirasakan masih tergolong irit.
Saat itu kondisi tangki BBM saat motor ini dikirim ke kantor detik.com dalam kondisi sedikit, karena gambar tangki BBM di odometernya sudah menyala atau berwarna merah.
Mesinnya masih bisa dinyalakan dan masih bisa dipakai hingga menemukan SPBU. Jaraknya kurang lebih 300 meter dari kantor detik.com yang berada di Warung Buncit, Jakarta Selatan. Disitu detikOto sengaja mengisi 1 liter BBM berjenis Pertamax.
Setelah itu dimulai lagi perjalanan ke daerah Pondok Kopi, Jakarta Timur. Di odometer Vespa Primavera, kita bisa melihat trip atau seberapa jauh kita berkendara. Saat itu posisi tripnya menunjukan sudah berjalan 4 km.
Dengan kondisi jalanan yang beragam, 1 liter bensin berjenis Pertamax bisa dipakai hingga ke daerah Pondok Kopi, Jakarta Timur. Trip di odometer menunjukan angka 30 km dan bensin yang 1 liter tadi masih tersisa dan gambar tangki belum menyala.
Esok harinya detikOto coba melanjutkan perjalanan, kurang lebih sekitar 8 sampai 10 km, gambar tangki BBM-nya baru menyala warna merah. Disitu detikOto kembali lagi mengisi BBM.
Tapi detikOto tidak bisa menyimpulkan berapa konsumsi BBM Vespa Primavera ini, yang jelas sudah dibuktikan dan bisa dikatakan cukup irit.
3. Konsumsi Bahan Bakar
|
|
Memang kesimpulan 1 liter bisa tembus berapa km-nya tidak bisa didapat, tapi perkiraan dan yang dirasakan masih tergolong irit.
Saat itu kondisi tangki BBM saat motor ini dikirim ke kantor detik.com dalam kondisi sedikit, karena gambar tangki BBM di odometernya sudah menyala atau berwarna merah.
Mesinnya masih bisa dinyalakan dan masih bisa dipakai hingga menemukan SPBU. Jaraknya kurang lebih 300 meter dari kantor detik.com yang berada di Warung Buncit, Jakarta Selatan. Disitu detikOto sengaja mengisi 1 liter BBM berjenis Pertamax.
Setelah itu dimulai lagi perjalanan ke daerah Pondok Kopi, Jakarta Timur. Di odometer Vespa Primavera, kita bisa melihat trip atau seberapa jauh kita berkendara. Saat itu posisi tripnya menunjukan sudah berjalan 4 km.
Dengan kondisi jalanan yang beragam, 1 liter bensin berjenis Pertamax bisa dipakai hingga ke daerah Pondok Kopi, Jakarta Timur. Trip di odometer menunjukan angka 30 km dan bensin yang 1 liter tadi masih tersisa dan gambar tangki belum menyala.
Esok harinya detikOto coba melanjutkan perjalanan, kurang lebih sekitar 8 sampai 10 km, gambar tangki BBM-nya baru menyala warna merah. Disitu detikOto kembali lagi mengisi BBM.
Tapi detikOto tidak bisa menyimpulkan berapa konsumsi BBM Vespa Primavera ini, yang jelas sudah dibuktikan dan bisa dikatakan cukup irit.
4. Kesimpulan
|
|
1. Desainnya yang ciamik
2. Bagasinya luas
3. Kesan retro pada lampu depan dan belakang cukup kental
- Poin Minus
1. Suspensinya sedikit keras
2. Joknya kurang empuk
3. Bunyi klakson terdengar culun atau kurang gagah
4. Pijakan kaki untuk penumpang belakang kurang lebar
4. Kesimpulan
|
|
1. Desainnya yang ciamik
2. Bagasinya luas
3. Kesan retro pada lampu depan dan belakang cukup kental
- Poin Minus
1. Suspensinya sedikit keras
2. Joknya kurang empuk
3. Bunyi klakson terdengar culun atau kurang gagah
4. Pijakan kaki untuk penumpang belakang kurang lebar
Halaman 2 dari 10











































Komentar Terbanyak
Pemerintah Ancam Cabut Izin Gojek-Grab Andai Tak Patuhi Komisi 8%
Viral Pengemudi Calya Ngamuk, Patahkan Spion-Wiper Mini Cooper
Pemilik Kendaraan yang Belum Bayar Pajak Didatangi Petugas Samsat