Jadi rasanya tidak lengkap jika tidak menguji coba bebek sport keluaran Suzuki ini.
Suasana Bali jadi lokasi pengujian motor ini yaitu melewati Teuku Umar-Sudirman-Dipenogoro-Pesanggrahan-Nusa (lewat tol) dan tiba di Uluwatu.
Desain emas
|
|
Sedang perbedaan mendetail lainnya terungkap pada stop lamp garnish chrome, air scoop garnish chrome, windshield garnish chrome, dan head lamp garnish chrome yang membuatnya lebih sporty.
"Kita menonjolkan warna emas pada Satria edisi kali ini. Motor ini terinspirasi dari pesawat jet tempur," komentar Managing Director PT SIS, Kazumasa Watanabe.
Posisi berkendara
|
|
Setang jepit lebar dan tinggi membuat tangan tetap santai. Aktivitas mengemudi dan bermanuver pun lebih lincah.
Untuk handling-nya hampir tidak ada perbedaan. Motornya mau dimiringkan kiri dan kakan, tetap sama saja. Asyiknya, bentuknya yang ramping memudahkan detikOto saat terjebak di tengah kemacetan. Motor bisa dibawa selap-selip.
Impresi singkat, detikOto terbantu dengan bobot motor yang cuma 107 kg. Jadi tetap lincah dalam perjalanan lancar maupun di kemacetan.
"Kita buat motor ringan, kuat dan juga cepat. Itu tujuan kami," singkat Watanabe.
Tarikan Mesin 150 cc
|
|
Untuk data akselerasinya tidak perlu diragukan lagi. Mencapai kecepatan 110 km/jam sepertinya bukan hal sulit bagi Satria F150.
Suasana di jalan tol Bali
|
|
Untuk bisa memasuki jalan tol sepanjang 12 km ini, motor harus membayar Rp 4.000. Motor harus berjalan di sebelah kiri dengan kecepatan minimal 60 km/jam dan maksimal 80 km/jam.
Meski ada sedikit jalan bergelombang, namun secara keseluruhan kondisi aspal cukup mulus. Pengendara motor harus menjaga kecepatan agar tetap konstan. Terlalu cepat akan sangat membahayakan. Soalnya luas jalan cuma sekitar 2,5 meter.
detikOto tidak bisa memacu kendaraan lebih cepat lagi karena mendapat penjagaan Patwal.
Karakter suspensi dan jok
|
|
Sedangkan jok membuat detikOto yang merasakan tidak nyaman. Berkendara sekitar 30 menit saja sudah membuat bokong terasa panas. Suzuki harus merevisi bagian ini supaya pengendara lebih nyaman dalam waktu lama.
Fitur baru
|
|
Kesimpulan
|
|
Poin Minus
Meski secara keseluruhan sudah baik, namun jangan melupakan busa di jok. Bagian ini harus diperhitungkan supaya tidak perlu modifikasi lagi.
Poin Plus
Untuk handling, posisi duduk, mesin dan suspensi semua masih baik. Jadi wajar kalau Satria F150 sulit ditinggalkan penggemarnya.
Halaman 2 dari 8












































Komentar Terbanyak
Jawaban Pindad soal Prabowo Minta Desain Mobil Khusus Presiden Sapa Rakyat
Presiden Prabowo: RI Jangan Cuma Jadi Pasar, Harus Bikin Mobil-Motor Sendiri
BYD Luncurkan Denza N9 Flash Charge: Jarak Tempuh 1.520 Km, Ngecas Cuma 9 Menit