Mengendarai Satria F150 Fighter 1 di Tol Bali

Ototes

Mengendarai Satria F150 Fighter 1 di Tol Bali

Muhammad Ikhsan - detikOto
Senin, 04 Nov 2013 14:37 WIB
Mengendarai Satria F150 Fighter 1 di Tol Bali
Denpasar - Suzuki meluncurkan underbone Satria F150 Fighter 1 di Bali. Satria F150 Fighter 1 lebih tampan dengan perubahan warna pada striping, pelek, engine cover, dan muffler end yang mendapat sentuhan warna majestic gold.

Jadi rasanya tidak lengkap jika tidak menguji coba bebek sport keluaran Suzuki ini.

Suasana Bali jadi lokasi pengujian motor ini yaitu melewati Teuku Umar-Sudirman-Dipenogoro-Pesanggrahan-Nusa (lewat tol) dan tiba di Uluwatu.

Desain emas

Memang PT Suzuki Indomobil Sales (SIS) tidak menyodorkan desain bodi terbaru. Sepintas bentuk bodinya sama dengan model sebelumnya. Rangka dan mesinnya tetap sama dengan versi lawas. Yang membedakan cuma khas oranye serta adanya penambahan fitur antimaling pada versi teratas.

Sedang perbedaan mendetail lainnya terungkap pada stop lamp garnish chrome, air scoop garnish chrome, windshield garnish chrome, dan head lamp garnish chrome yang membuatnya lebih sporty.

"Kita menonjolkan warna emas pada Satria edisi kali ini. Motor ini terinspirasi dari pesawat jet tempur," komentar Managing Director PT SIS, Kazumasa Watanabe.

Posisi berkendara

Satria F150 Fighter 1 masih tetap nyaman dengan tinggi pengendara mencapai 168 cm.

Setang jepit lebar dan tinggi membuat tangan tetap santai. Aktivitas mengemudi dan bermanuver pun lebih lincah.

Untuk handling-nya hampir tidak ada perbedaan. Motornya mau dimiringkan kiri dan kakan, tetap sama saja. Asyiknya, bentuknya yang ramping memudahkan detikOto saat terjebak di tengah kemacetan. Motor bisa dibawa selap-selip.

Impresi singkat, detikOto terbantu dengan bobot motor yang cuma 107 kg. Jadi tetap lincah dalam perjalanan lancar maupun di kemacetan.

"Kita buat motor ringan, kuat dan juga cepat. Itu tujuan kami," singkat Watanabe.

Tarikan Mesin 150 cc

Satria F150 Fighter 1 disokong mesin 150 cc DOHC 4 langkah dengan transmisi 6 percepatan. Mesin motor ini galak di putaran atas. Saat menyentuh 10.000 rpm, karakter mesin dengan diameter piston 62 mm dan stroke 48,8 mm langsung nyentak.

Untuk data akselerasinya tidak perlu diragukan lagi. Mencapai kecepatan 110 km/jam sepertinya bukan hal sulit bagi Satria F150.

Suasana di jalan tol Bali

Setelah lepas dari keramaian jalanan Bali, rombongan penguji Satria F150 Fighter 1 masuk jalan tol Bali yang baru saja diresmikan beberapa waktu lalu.

Untuk bisa memasuki jalan tol sepanjang 12 km ini, motor harus membayar Rp 4.000. Motor harus berjalan di sebelah kiri dengan kecepatan minimal 60 km/jam dan maksimal 80 km/jam.

Meski ada sedikit jalan bergelombang, namun secara keseluruhan kondisi aspal cukup mulus. Pengendara motor harus menjaga kecepatan agar tetap konstan. Terlalu cepat akan sangat membahayakan. Soalnya luas jalan cuma sekitar 2,5 meter.

detikOto tidak bisa memacu kendaraan lebih cepat lagi karena mendapat penjagaan Patwal.

Karakter suspensi dan jok

Sayangnya setingan suspensi depan dan belakang agak keras. Mungkin karena mengejar kata sporty dan nyaman ketika menikung. Dengan setingan suspensi ini, karakter motor lebih stabil.

Sedangkan jok membuat detikOto yang merasakan tidak nyaman. Berkendara sekitar 30 menit saja sudah membuat bokong terasa panas. Suzuki harus merevisi bagian ini supaya pengendara lebih nyaman dalam waktu lama.

Fitur baru

Pada Satria F150 Fighter 1 teratas tersedia alarm set yang bisa difungsikan menggunakan remote control. Fitur ini terintegrasi immobilizer sehingga motor tidak bisa menyala jika anak kunci tidak cocok dengan CDI bawaan Satria F150 Fighter 1.

Kesimpulan

Satria F150 Fighter 1 masih sama dengan versi sebelumnya. Desain pesawat jet tempur membuat penggunanya lebih pede menggunakan motor ini.

Poin Minus

Meski secara keseluruhan sudah baik, namun jangan melupakan busa di jok. Bagian ini harus diperhitungkan supaya tidak perlu modifikasi lagi.

Poin Plus

Untuk handling, posisi duduk, mesin dan suspensi semua masih baik. Jadi wajar kalau Satria F150 sulit ditinggalkan penggemarnya.
Halaman 2 dari 8
(ikh/ddn)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads