Kesan Pertama dengan 'Baby B-King'

Kesan Pertama dengan 'Baby B-King'

Syubhan Akib - detikOto
Senin, 15 Okt 2012 08:43 WIB
Kesan Pertama dengan Baby B-King
Touring Suzuki Inazuma (Syu-detikOto)
Bandung - Kelahiran Suzuki Inazuma tampaknya membuat geger kancah sepeda motor Indonesia. Motor ini bersaing di segmen motor 250 cc yang memang sedang lowong. Kemampuan motor ini pun cukup meyakinkan. Seperti apa?

Lahir sebagai sebuah motor petualang, tidak lengkap rasanya bila tidak menjajal Suzuki Inazuma dalam perjalanan panjang.

Kebetulan, detikOto berkesempatan menjajal motor ini dalam perjalanan panjang sejauh 1.200 km melintasi Jakarta hingga ke Kuta, Bali.

Perjalanan ini akan menempuh 7 hari perjalanan. Tapi sebelum mengulas tuntas motor ini, detikOto akan membahas kesan pertama mengendarai motor ini dari Jakarta hingga ke Bandung, Jawa Barat.

Pada perjalanan ini, berbagai kondisi jalan terbilang cukup lengkap. Mulai dari kemacetan, jalan rusak berlubang, tanjakan, jalur lurus dan berkelok hingga jalur pegunungan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Awal perjalanan kami mulai dari Ancol, Jakarta Utara. Tampang garang ala street fighter, Suzuki Inazuma tampil mempesona, detikOto pun tidak sabar untuk menunggangi dan menyiksanya.

Tinggi dari aspal ke jok yang berada di angka 780 mm dengan jarak terendah ke tanah 165 mm tidak menyulitkan detikOto yang memiliki tinggi 170 cm untuk menapak bumi dengan mantap.

Kunci pun diputar ke posisi On dan tuas kopling ditekan untuk kemudian memasukkan gigi. Dilepas perlahan dan Inazuma pun tertarik ke depan.

Mesin bermesin 250 cc, Inazuma ternyata memiliki dapur pacu yang lumayan senyap. Hal itu didapat berkat aplikasi engine balancer yang besar di jeroan mesin Inazuma.

Selain suara yang senyap, getaran mesin pun tidak terlalu terasa baik di kaki maupun di stang motor.

Lepas dari Ancol, rombongan detikOto menuju kawasan Kalimalang. Kemacetan pun menghadang hingga ke Bekasi. Uniknya, meski tergolong berat dengan bobot 182 kg dan tubuh bongsor, Suzuki Inazuma ternyata masih enak untuk dikendarai di jalan macet.

Tubuh bongsornya memang membuat motor ini kesulitan untuk melakukan aksi selap-selip. Tapi akselerasi yang mantap mulai dari putaran bawah membuatnya dapat menjalani ritual 'stop and go' di jalan macet dengan santai.

Lepas dari Bekasi, kawasan Tambun yang memiliki jalanan dengan aspal yang bolong-bolong pun langsung dilibas. Menurut detikOto, suspensi motor ini merupakan salah satu yang terbaik di Indonesia.

Jalur Cikarang, Karawang, Cikampek, Purwakarta yang memiliki banyak jalan lenggang pun menjadi sebuah keasyikkan tersendiri. Ulir gas bisa diputar hingga dalam dan motor bisa melaju dengan kencang.

Inazuma yang dikendarai detikOto pun tampak stabil meski detikOto membawa seorang penumpang di belakang.

Selesai dari Purwakarta, rombongan menyusuri jalur pegunungan Subang, melewati Ciater untuk kemudian menembus Lembang dan sampai di Bandung.

Saat itu, detikOto ingin mencoba menjadi penumpang untuk merasakan kenyamanan seorang 'boncenger' di Inazuma. Melewati jalur berkelok yang menanjak, kenyamanan Inazuma ternyata masih terjaga.

Rekan dari sebuah majalah otomotif yang mengendarainya pun kembali memuji suspensi motor ini yang dikatakannya sangat empuk tapi tetap membuat motor stabil ketika melibas tikungan di kecepatan tinggi.

Tenaga motor yang dijuluki sebagai Baby B-King ini pun tetap terjaga baik di putaran bawah, tengah hingga atas. Tanjakan tajam juga mampu dilaluinya dengan santai tanpa kehilangan nafas.

Ketika sampai di Bandung di malam hari, perasaan lelah namun puas pun kami rasakan. Untuk sebuah street fighter, motor ini memang bagai jagoan jalanan.

Spesifikasi Suzuki Inazuma 250

Dimensi



  • Panjang: 2.145 mm
  • Lebar: 760 mm
  • Tinggi: 1.075 mm
  • Wheelbase: 1.430 mm
  • Jarak terendah ke tanah: 165 mm
  • Tinggi jok: 780 mm
  • Berat: 182 kg

Mesin


  • Tipe mesin: 4 langkah, 2 silinder, pendingin cair, SOHC
  • Diameter silinder X Langkah piston: 53,3 x 55,2 mm
  • Kapasitas silinder 248 cc
  • Rasio kompresi: 11,5:1
  • Sistem bahan bakar: Fuel injection
  • Sistem starter: Listrik
  • Sistem pelumas: Wet sump
  • Transmisi: 6-Speed constant mesh
  • Rasio pengurangan utama: 3.238 (68/21)
  • Rasio pengurangan akhir: 3.285 (46/14)

Kaki-kaki dan lainnya



  • Suspensi depan: Teleskopik, per ulir, peredam oli
  • Suspensi belakang: Lengan ayun, per ulir, peredam oli
  • Rake/trail: 26u/105 mm
  • Rem depan: Cakram
  • Rem belakang: Cakram
  • Ban depan: 110/80-17M/C57H
  • Ban belakang: 140/70-17M/C66H
  • Sistem starter: Elektrik, full transistor
  • Kapasitas tangki: 13,3 liter
  • Kapasitas oli: 2,4 liter

(syu/ddn)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads