Piaggio Indonesia baru menambah line up motor yang dirilis ke tanah air melalui Vespa S. Untuk membuktikan kehandalannya, distributor mempersilakan menguji langsung performa motor yang didatangkan dari Vietnam itu.
Tampilan Vespa S banyak tak berubah dari model sebelumnya yang sudah dipasarkan yaitu Vespa LX. Perbedaan mencolok hanya pada lampu depan, stop lamp, spion kotak (sementara Vespa LX bulat), pelek, shockbreakser dan spatbor yang lebih kecil Vespa LX.
Tak banyak menerka-nerka, yuk langsung ambil posisi. Kursi skuter yang mengusung kesan Sporty, Stylish dan Sophisticated memang agak lebar dan agak keras. detikOto merasakan kurang nyaman untuk urusan satu itu.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Nah, lebih dalam lagi, speedometer Vespa S dilengkapi aksen krom. Desain sporty coba ditonjolkan oleh pabrikan asal Italia itu. Asyiknya speedometer sudah dilengkapi dengan jam digital.
Mesin 150 cc pun dinyalakan. Mesin yang juga tersemat di Vespa LX itu tak jauh berbeda ketika memakai baju Vespa S. Karaker mesin sama-sama halus dan minim getaran ketika skuter dalam posisi diam.
Nah, duduk di atas joknya. Karena kursi agak lebar, untuk pemotor tinggi badan 168 cm harus melebarkan paha. Itu pun harus jinjit agar kaki sampai ke aspal. Saking lebarnya, rekan jurnalis yang memiliki tinggi badan 175 cm juga harus menjinjitkan kaki.
"Saya juga harus jinjit. Tinggi badan gue 175 cm," ucap jurnalis yang lain.
Motor pun mengarah ke jalan Jenderal Sudirman dari jalan K.H Wahid, Menteng, Jakarta. Dalam perjalanan motor terasa ringan. Ruang kaki sangat lega. Meski ada tas juga kaki masih bisa bergerak.
Penasaran dengan mesinnya, gas pun langsung dibetot. Mesin 150 cc yang bisa mengelurkan tenaga 8.6 kW pada 8.000 RPM torsi 11.2 Nm pada 6.250 RPM itu lumayan responsif. Kecepatan 90 km/jam sangat mudah diraih. Hal itu menggusur kesan jika motor injeksi tidak bisa kenceng.
Dikawal Patwal, rombongan terus berjalan ke arah Bundaran HI dan balik arah ke Monas. Di bunderan Monas balik arah menuju jalan KH Wahid Hasyim, Menteng.
Sayang kondisi jalan rusak sulit didapatkan. Beruntung di jalan Jenderal Sudirman ke arah Monas ada jalan tidak rata. Vespa S pun diarahkan ke jalan yang tidak mulus itu. Apa yang terjadi?
Suspensi depan lengan tunggal dengan pegas helical & peredam kejut hidrolis double-acting tunggal dan suspensi belakang peredam kejut dengan 4 setting adjustable agak keras dan tidak lembut. Pantat agak naik ketika melibas jalanan tidak rata.
Tapi untuk ngebut dan bermanuver, karakter kedua suspensinya lumayan handal. Motor terbilang asyik tidak goyang dan mantap berkat bodi besarnya. Sayang test ride singkat ini tidak bisa membuktikan konsumsi BBM Vespa S. Motor pun langsung dibelokkan ke jalan K.H Wahid, Menteng, Jakarta.
Mematikan mesin, tidak perlu putar kunci ke off. Cukup turunkan standar motor langsung mati.
Setelah berkelana singkat dengan Vespa S di Jakarta. Motor ini pantas dijadikan pilihan Anda. Otolovers tertarik? Siapkan saja uang Rp 27,5 juta, Bro, Sis!
(ikh/ddn)












































Komentar Terbanyak
Ribuan Pikap India buat Kopdes Merah Putih Telanjur Masuk Indonesia
Konversi 120 Juta Motor Bensin ke Listrik Terancam Gagal, Cuma Jadi Ilusi
Mobil Pribadi Isi Pertalite Dibatasi, per Hari Maksimal Rp 500 Ribu