Ototest

Menguji Daihatsu Rocky di Sirkuit: Pakai Transmisi Manual, Gigi 4 Tembus 145 Km/Jam

Luthfi Anshori - detikOto
Sabtu, 29 Mei 2021 15:32 WIB
Test drive Daihatsu Rocky
Foto: Dok. Astra Daihatsu Motor (ADM). Test drive Daihatsu Rocky.
Jakarta -

Setelah menguji Toyota Raize pada awal Mei lalu, akhirnya kami berkesempatan menguji coba kembarannya, Daihatsu Rocky. Berbeda dengan Raize, yang dites di jalanan umum, kami menguji Daihatsu Rocky di area sirkuit tertutup, tepatnya di Test Course R&D Center (Research and Development) PT Astra Daihatsu Motor (ADM), Karawang, Jawa Barat. Lalu seperti apa sensasi test drive Rocky di sirkuit internal Daihatsu tersebut?

Performa Mesin

Pertama-tama kami mencoba Daihatsu Rocky ADS yang pakai transmisi otomatis D-CVT. Uji coba dilakukan sebanyak dua putaran sirkuit dengan beberapa parameter yang dites, seperti performa mesin, handling, body roll, serta top speed.

Sebagai informasi, Daihatsu Rocky dibekali mesin 1KR-VET, 998cc, 3 silinder, turbocharger, yang mampu menghasilkan tenaga puncak 97,9 PS di 6.000 rpm dan torsi 149 Nm di rentang 2.400-4.000 rpm.

Saat menjajal performa mesin tersebut yang dikawinkan dengan transmisi otomatis D-CVT, tarikan mesinnya cukup smooth atau halus. Distribusi power-nya cukup merata di setiap rentang putaran mesin.

Test drive Daihatsu RockyTest drive Daihatsu Rocky (Foto: dok. Astra Daihatsu Motor (ADM)

Menurut R&D-Testing Department Head PT Astra Daihatsu Motor (ADM), Audi Tarantini, karakter transmisi otomatis D-CVT Daihatsu Rocky memang seperti itu, sehingga tidak ada gejala seperti kehilangan tenaga atau mesin seperti mengeluarkan suara saat digeber di kecepatan tinggi.

"Rocky menggunakan transmisi CVT, tapi istimewa, yaitu D-CVT (Dual CVT). Dual CVT maksudnya ketika kecepatan rendah menggunakan belt, tapi begitu kecepatan tinggi, dia berubah menjadi gear melalui planetary gear. Hasilnya, konsumsi bahan bakar lebih hemat, kemudian ketika kecepatan tinggi suara yang dihasilkan lebih senyap dan akselerasinya lebih cepat," kata Audi.

Dari hasil pengujian di lintasan lurus, kami berhasil mencapai kecepatan maksimum sekitar 126 km/jam di rentang putaran mesin 3.000 rpm. Tapi dengan catatan, di kabin terdapat 2 penumpang dan 1 driver.

Menu selanjutnya kami adalah Daihatsu Rocky versi transmisi manual. Jika dibandingkan dengan transmisi CVT, tarikan mesin Daihatsu Rocky manual jelas lebih galak. Masuk gigi satu, colek gas sedikit, mobil langsung ngacir.

Saat coba digeber di lintasan lurus, tarikan mesin Daihatsu Rocky manual ini cukup nakal. Masuk gigi empat, kami bisa meraih top speed 145 km/jam. Itu dengan catatan hanya ada 1 driver dan 1 penumpang di kabin. Top speed tersebut tentu bisa lebih tinggi mengingat pedal gas belum diinjak mentok, serta masih ada gigi lima.

Oh iya, yang perlu menjadi catatan, kendati secara performa mesin tarikan Daihatsu Rocky lebih nakal, karakter mesin tersebut kurang senyap kalau dibandingkan dengan transmisi CVT-nya. Ada semacam bunyi yang keluar dari ruang mesin ketika kami menggunakan Rocky manual di lintasan menanjak.

Kami sudah mengonfirmasikan hal itu kepada Executive Coordinator Technical Service Division PT Astra Daihatsu Motor (ADM), Bambang Supriyadi. Dikatakan Bambang, transmisi manual memiliki cara kerja yang berbeda dengan transmisi CVT, sehingga berefek pada faktor kenyamanan.

"Kalau matik kan, rasio atau putaran itu disesuaikannya otomatis. Mesinnya misalnya rpm-nya 2.500, maka putaran di transmisinya nanti 1.000. Kalau di manual itu nggak imbang, misal di engine sudah 3.000 transmisinya baru 1.000, karena tergantung mindah giginya kan. Bisa jadi kalau di matik udah gigi tiga itu. Jadi rasionya kan makin turun, maka suara yang masuk atau yang kedengeran akan semakin tinggi," ujar Bambang.

Apakah berisiknya mesin Daihatsu Rocky manual tidak ada pengaruhnya, misal dari sistem peredaman? "Kalau secara peredam, struktur (sasis) itu nyaris sama. Kenapa nyaris sama? Bentuk dari mounting misalnya beda, antara manual sama matik karena barangnya kan beda nih, jadi housing-nya juga beda. Jadi lebih itu saja bedanya," jelas Bambang.

Test drive Daihatsu RockyTest drive Daihatsu Rocky Foto: Dok. Astra Daihatsu Motor (ADM)

Handling atau Pengendalian

Daihatsu Rocky merupakan produk pertama PT Astra Daihatsu Motor di Indonesia yang menggunakan platform DNGA (Daihatsu New Global Architecture). Platform ini membuat pengendalian mobil terasa lebih mantap.

Saat digeber di kecepatan tinggi, bobot setir Daihatsu Rocky jadi berat. Kemudian saat digunakan di kecepatan rendah, feedback setir terasa ringan. Oh iya, kemudi Rocky ini sudah bisa diatur kemiringannya (tilt), tapi belum bisa diatur secara teleskopik.

Soal body roll, Daihatsu Rocky tetap anteng saat digeber di kecepatan 90 km/jam pada jalanan menikung, dengan karakter cepat. Selain itu, saat dipakai pada jalanan bergelombang, suspensinya juga tergolong nyaman.

"Kami berhasil merancang Daihatsu Rocky agar tenang, stabil, dan nyaman dikendarai berkat teknologi continues skeleton. Jadi rangka yang di bawahnya itu menyambung dari depan sampai belakang, sedangkan model yang lama itu terpisah. Teknologi ini mengurangi efek twist atau body roll. Lalu ada new geometry suspension. Jadi suspensinya dibuat baru, sehingga ketika dipakai di kondisi jalan bergelombang, pandangan mata pengendara tidak akan cepat capek," kata R&D-Testing Department Head PT Astra Daihatsu Motor (ADM), Audi Tarantini.



Simak Video "Meski Lebih Canggih-Irit, Mesin Daihatsu Rocky Tak Diplot Untuk Ayla"
[Gambas:Video 20detik]
(lua/lth)