Sebagai pembuktiannya, PT Mazda Motor Indonesia (MMI) pun mengajak 14 awak media otomotif nasional termasuk detikOto dalam acara yang bertajuk All New Mazda2 E-Halt Challenge One Tank for Three Islands.
Sebelum dimulai, awak media diterbangkan dari Jakarta ke Semarang, Jawa Tengah. Sampai di Semarang langsung bertolak menuju SPBU Coco Akpol, disana sudah ada 7 unit All New Mazda2 yang sudah diisi BBM full tank yakni 44 liter.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Nah, mau tahu seperti apa perjalanannya? Yuk simak pemaparannya di bawah ini!
1. Keseluruhan perjalanan
|
|
Tangki BBM disegel dan peraturan sebelum berangkat pun diumumkan seperti dilarang mematikan AC (harus tetap berada di suhu 24 derajat celcius) dan mematikan mesin saat mobil berjalan.
7 unit mobil All New Mazda2 itu bertransmisi otomatis dengan 2 tipe yakni G AT dan GT AT. Perjalanan pun dimulai dengan etape pertama dari Semarang hingga Surabaya, Jawa Timur.
Secara garis besar perjalanannya belum terlalu berat, musuhnya hanya truk-truk besar ketika masuk jalan by pass.
Dilanjutkan pada etape kedua dari Surabaya hingga Ketapang. Kontur jalannya mulai berbeda, banyak jalan menanjak dan menurun tapi belum terlalu ekstrem.
Perjalanan esoknya dari Ketapang menuju Padangbai, Karangasem, Bali. Disinilah etape paling berat yang dirasakan oleh seluruh tim. Kenapa? Karena dari Kintamani jalanan mulai menanjak atau terus menanjak hingga ketinggian 1.700 mdpl.
Di situ BBM seluruh tim benar-benar terkuras, bahkan ketika sampai di Padangbai, ada beberapa tim yang BBM-nya sudah sangat tipis atau tinggal sisa 1 sampai 2 bar lagi di indikator BBM.
Tapi hal tersebut tidak menyurutkan seluruh peserta untuk menembus 1 pulau lagi yakni Lombok. Esok harinya perjalanan dimulai dari Padangbai menuju Pelabuhan Lembar, Lombok.
Dengan sisa BBM yang sudah sedikit seluruh tim tetap berhasil mengelilingi Lombok sampai tangki BBM kosong atau mobil mogok tidak bisa hidup lagi karena kehabisan BBM.
Setelah menjelajahi Pulau Lombok dari Barat ke Timur, akhirnya tim Cyclones, dan tim Lunatics menjadi 2 mobil pertama yang harus terhenti perjalanannya dan mengisi bahan bakar menggunakan bahan bakar cadangan di daerah Sandubaya dan Narmada dengan total jarak tempuh 930,1 KM dan 936,2 KM.
Sedangkan, kelima tim lainnya masih meneruskan perjalanan mereka hingga tetes bahan bakar terakhir demi memperebutkan posisi pertama dan membuktikan ketangguhan performa All New Mazda2 dalam pemakaian bahan bakar yang efisien.
Pada saat melintasi jalan Narmada, tim Speedsters akhirnya harus mengakhiri perjalanan mereka dengan jarak tempuh 927,3 KM.Β Selanjutnya diikuti oleh tim Energizers yang harus berhenti di Jalan Raya Mas Begik dengan total jarak tempuh 948,3 KM.
Β
Tidak jauh dari tim Energizers, tim Daredevil juga harus berhenti dan keluar sebagai juara ketiga dengan total jarak tempuh 983,0 KM. Sementara itu tim Mavericks juga harus tumbang di posisi kedua dengan total jarak tempuh 1.009,4 KM.
Β
Terakhir tim DynamosΒ yang juga berhenti pada saat melewati daerah Sengkol pada pukul 19:35 WITA. Berhentinya mobil yang dikendarai oleh tim terakhir dengan total jarak tempuh 1.044,9 KM menandakan keluarnya tim Dynamos sebagai pemenang dan berakhirnya rangkaian All New Mazda2 E-Halt Challenge One Tank for Three Islands.
2. Jalan yang dilewati dan cara mengemudi
|
|
Dari Semarang seluruh tim bergerak menuju Demak, Kudus, Pati, Rembang dan istirahat makan siang di Segoro resto di Rembang.
Perjalanan dilanjutkan menuju Surabaya dengan melewati Tuban dan Gresik.
Esok harinya perjalanan dilanjutkan dari Surabaya menuju Bangil, Pasuruan, Probolinggu, Kraksaan, Besuki dan istirahat makan siang di Churien Resto di daerah Situbondo.
Setelah makan siang, perjalanan dilanjutkan dan berakhir di Ketapang. Esok harinya dari Ketapang menuju Pelabuhan Gilimanuk, Buleleng, Kintamani, Bangil hingga berakhir di Padangbai, Karangasem, Bali.
Terakhir dari Padangbai menyebrang menggunakan kapal Ferry ke Pelabuhan Lembar, Lombok dan berkeliling Lombok Barat hingga Utara dan berakhir di daerah Kuta, Lombok.
Selama perjalanan, seluruh tim berjalan dengan kecepatan rata-rata 50-60 km/jam dengan RPM dibawah 1.500 atau maksimal 2.000. Dan menggunakan kemampuan cara mengemudi yang efisien namun tetap tidak membahayakan diri sendiri dan orang di sekitarnya.
3. Menikmati seluruh elemen dari teknologi SKYACTIV
|
|
Semua yang ditawarkan oleh Mazda itu juga dirasakan oleh detikOto, yang paling utama adalah masalah teknologi SKYACTIV dan MZD Connect. Ketika berkendara All New Mazda2 2 elemen SKYACTIV yakni SKYACTIV-G 1.5 liter danSKYACTIV-Drive dirasakan mampu menyalurkan tenaga yang responsif untuk pengaturan kecepatan yang sesuai dengan keinginan pengemudi serta memudahkan dalam melakukan perpindahan gigi yang lebih cepat serta halus.
SKYACTIV-Chassis dan Body juga dirasakan detikOto selepas turunan dari kawasan Kintamani. All New Mazda2 memiliki handling yang ringan, gesit, dan stabil.
Ada juga fitur i-Stop yang dapat mematikan mesin secara otomatis di saat kendaraan sedang berhenti dan kemudian hidup kembali saat pedal rem dilepas dan gas mulai dipijak. Mesin akan menyala dalam waktu 0,35 detik saja.
Untuk i-Activesense juga dirasakan selama perjalanan dari etape pertama hingga terakhir. Fitur ini menawarkan Advanced Blind Spot Monitoring, Rear Cross Traffic Alert dan Smart City Brake Support dimana ketiganya dapat meningkatkan keamanan perjalanan jarak jauh.
Sebagai penghibur selama di perjalanan, detikOto selalu memaksimalkan fitur MZD Connect yang mampu menampilkan informasi dan arahan selama di perjalanan.
Untuk mendengarkan musik juga cukup mudah. Kebetulan detikOto memiliki gadget dengan merek iPhone, karena dengan menggunakan iPhone cara mendengarkan lagu lebih mudah.
Anda hanya memasangkan kabel charger di tempat yang sudah disediakan, lalu tinggal mendengarkan musik yang diinginkan, otomatis lagu akan terdengar. Ketika dicoba menggunakan gadget yang berbasis Android, kebetulan rekan detikOto menggunakan Android dari Samsung. Caranya berbeda dengan iPhone atau susah untuk terdeteksi di tampilan layar.
4. Kesimpulan
|
|
Duduk sebagai penumpang depan cukup mengasyikan, dan juga menjadi pengemudi lebih-lebih menyenangkan, karena sepertinya All New Mazda2 ini diciptakan untuk memberikan kepuasan dan kenyamanan untuk pengemudi.
Tapi, ketika mencoba duduk di belakang, ini mungkin yang harus dikoreksi oleh Mazda, leg room-nya terlalu sempit. Apalagi tinggi badan detikOto mencapai 178 cm, ketika duduk terasa kurang nyaman karena lutut hanya memiliki jarak yang sempit dengan jok bagian depan.
Untuk head room bisa dikatakan sudah cukup. Tapi yang harus dikoreksi lagi adalah mengenai blindsport yang banyak berasal dari pilar A.
Tapi, untuk keseluruhan All New Mazda2 ini merupakan hatchback yang sangat mumpuni di kelasnya. Soal teknologi SKYACTIV yang ditawarkan menjadi daya tarik tersendiri. Apalagi mengenai efisiensi BBM yang sudah tidak bisa diragukan lagi.
Akan tetapi, kembali lagi dengan cara berkendara masing-masing. Jika dibawa kebut-kebutan atau tidak teratur jelas mobil manapun akan boros, tapi jika telaten dan sabar, maka mobil ini akan memberikan feedback yang baik juga untuk Anda.
Halaman 2 dari 5












































Komentar Terbanyak
Resmi Turun, Ini Harga BBM Se-Indonesia Juli 2026
Sah! Malaysia Perketat Impor Mobil Murah China
Penunggak Pajak Kendaraan Dilarang Beli BBM Subsidi