Generasi terakhir yang paling fresh yakni generasi ketiga baru saja diluncurkan di pasar Indonesia bulan Mei lalu. Bagaimana rasanya mengendarai mobil ini?
PT Toyota-Astra Motor mengajak kalangan media untuk menjajal Toyota Vios. Bukan hanya mengendarai saja, tetapi merasakan pengalaman para eksekutif muda, target utama pengendara Vios. Mulai dari cara mereka menghabiskan hari, sampai kongkow-kongkow di cafe-cafe mahal.
Eksterior
|
|
Bentuk depan mobil ini mengambil konsep keen look. Yang membuat orang penasaran ingin tahu lebih lanjut seperti apa mobilnya.
Grille-nya memiliki desain floating yang menyebar ke kanan dan kiri, dengan garis tengah grille menyambung dengan lampu utama
Meski terlihat sporty, namun kesan mewahnya didapatkan dari lampu yang kini sudah memakai projection lamp. Fog lamp bentuknya menyipit ke depan. Berkat projection lamp ini sinar lebih fokus.

Sementara itu untuk mengikuti tren pasar, pelek mobil kini menjadi lebih besar ukurannya 1 inchi. Kalau Vios lama menggunakan pelek alloy berukuran 15 inci, untuk generasi ketiga menggunakan pelek alloy 16 inci (untuk tipe G), dengan warna yang lebih kelabu.
Jika melihat dari samping, garis dari jendelanya kini terpasang dari depan sampai belakang, jadi menambah kesan panjang.
Sementara dimensinya pun lebih panjang dan lebih tinggi dari generasi sebelumnya namun lebarnya sama. Vios terbaru kini memiliki ukuran panjang 4.410 mm, lebar 1.700 mm, dan tinggi 1.475 mm.
Yang menarik dari eksterior Vios adalah desain catamaran roof, yakni dua punukan di bagian atas (dekat antena) demi aspek aerodinamika mobil.

Kemudian ada pula aero stablizing fin agar angin bisa terbelah dengan mudah.
Interior
|
Toyota Vios
|
Ya itu memang bukan kulit asli, melainkan plastik yang dibentuk sedemikian rupa sehingga menyerupai jahitan kulit. Menambah kesan unik mobil ini.

Jahitan di dashboard ini menyatu dengan jahitan serupa di kemudi. Di kemudinya 3 spoke dan memiliki pengaturan audio. Layar speedometer, RPM dan MID kini berpindah dekat setir kemudi, tidak lagi ditempatkan di tengah dashboard.
Sementara knop ACnya, kini menggunakan lever yang diputar. Untuk mengganti berbagai macam fiturnya, Anda harus memijit dulu baru kemudian memutar tombol.
Ketika kita duduk, memang untuk jarak kepala ke atap mobil agak terasa sempit, ketika detikOto duduk sebagai pengemudi, hanya menyisakan beberapa cm saja dari kepala ke atap mobil.
Sementara itu untuk jok belakang, cukup luas, dan ditambahkan sandaran tangan yang dilengkapi dengan cup holder. Cukup enak buat santai-santai di belakang sambil menyeruput segelas kopi.
Bagasinya juga sangat dalam, alias luas. Anda bisa memasukkan beberapa koper berukuran besar ke dalamnya. Jadi tak perlu khawatir barang akan tertinggal karena ukuran bagasi mobil kurang atau sempit.
Audio dan Entertainment
|
|
Sapu saja layar head unit dengan satu, dua, tiga dan 4 jari maka, berbagai perintah sistem akan dilaksanakan.
Sapu layar dengan satu jari misalnya, jika anda geser jari ke atas atau ke bawah untuk berpindah dari satu stasiun radio ke stasiun radio lainnya. Sementara jika menggeser 1 jari ke kiri dan kanan untuk mencari stasiun radio secara otomatis.
Sapu layar dengan dua jari untuk mengurangi atau menambah volume, sapu layar dengan tiga jari bisa untuk fitur voice command atau kembali ke menu sebelumnya.
Sedangkan jika kita menyapu layar head unit dengan 4 jari ke kiri ke kanan untuk menghilangkan volume (mute), sedangkan jika kita menyapu head unit dengan 4 jari ke atas dan ke bawah untuk mematikan dan menghidupkan layar display.
Tapi memang, untuk bisa menggunakannya, Anda harus beradaptasi dulu agar terbiasa dan tidak terlalu mengganggu konsentrasi menyetir.
Semua jenis media, mulai dari DVD, ponsel atau USB, bisa kita putar di head unit canggih ini. Anda pun bisa menjelajah internet asalkan mobil sudah terkoneksi dengan internet lewat Wi-Fi.
Mesin dan Performa
|
|
Di varian G ini Anda akan dimanjakan dengan fitur Start Engine Button. Untuk menyalakan mesin tinggal injak rem dan tekan tombol Start Engin di varian matik, sedangkan untuk manual injak dulu pedal kopling lalu tekan tombol start engine-nya.
Kita coba dulu varian matiknya, dengan transmisi 4 speed, detikOto mencoba mobil di jalan tol Jagorawi menuju arah Puncak, Bogor, Jawa Barat.
Saat diinjak dalam-dalam pedal gasnya, memang mobil agak serasa lemot, tidak seperti saudaranya Yaris yang memiliki mesin 1NZ-FE yang sama.
Vios karakter mesinnya lebih kalem, dan untuk akselerasi menunda lebih lama dari Yaris.
Mesin Vios ini memiliki daya maksimum 109 ps. Anda akan merasakan tenaga maksimal Vios saat mesin mobil sudah berputar pada 6.000 RPM.
Di jalan tol, detikOto sanggup menembus angka 140 km per jam dengan mudah.
Tapi jika menginginkan akselerasi yang lebih spontan, Anda harus beralih pada transmisi manual dengan 5-Speed. Memang pedal kopling untuk Vios ini agak dalam tetapi tidak terlalu membuat kaki ini pegal saat macet.
Untuk konsumsi BBM-nya, Toyota mengklaim mobil ini memiliki angka 12-13 km per liter. Itu dengan catatan mobil dikendarai di jalanan dalam kota, luar kota dan tanjakan.
Saat detikOto mencoba mobil ini dengan cara pengendaraan yang agak brutal, layar MID mobil menunjukkan angka konsumsi BBM 7-8 km per liter. Memang untuk angka di MID ini tidak bisa dijadikan patokan karena mobil sudah sering idle sebelum dipakai.

Oh iya, yang menarik lagi dari mesin Vios terbaru ini adalah fitur tambahan di ECU mobil yakni Brake Override System. Sistem ini akan mengurangi tenaga mesin saat mendeteksi pedal rem dan pedal gas yang diinjak bersamaan.
Jarak antara moncong mobil dengan ruang mesin pun kini diperlebar untuk menambah keamanan mobil.
Kesimpulan
|
|
Toyota ingin mempertahankan citra yang irit namun cepat pada Vios. Kedua hal itu sepertinya cukup melekat pada Vios.
Poin Plus
- Head Unit keren
- Mesin ada fitur brake override system
- Bagasi super luas
Poin Minus
- Tenaga mesin masih sedikit kurang dari kompetitornya












































Komentar Terbanyak
Pabrik di RI Bisa Produksi 400 Ribu Pick Up, Nggak Perlu Impor untuk Kopdes
Biar Dapet Rp 10 Juta/Bulan, Ojol Harus Ambil Berapa Orderan?
Perpanjang STNK Tahunan dan 5 Tahunan, Duitnya Buat Apa?