Sayang awak media tidak diperbolehkan untuk mengemudikannya sendiri, GM Indonesia produsen mobil MPV ini hanya memberikan kesempatan merasakan kenyamanannya di sektor penumpang saja.
Dalam kesempatan emas ini, detikOto pun tidak mau mengindahkan kesempatan yang diberikan GM Indonesia. Maka dari itu detikOto langsung memasuki Chevrolet Spin di baris kedua. Apa bedanya ya?
1. Eksterior
|
Chevy Spin (Aditya-detikOto)
|
Eksterior tetap menarik dimana desainnya tidak mencerminkan kalau Spin berada di segmen low Multi Purpose Vehicle (MPV).
Desain grillnya dibuat berdasarkan ciri khas Chevrolet yang selalu membuatnya tampil lebih ekslusif. Logo Chevrolet pun menempel diantara grill. Begitu juga desain bumper depan yang disatukan dengan grill.
Lampu utama juga didesain futuristik dipadukan dengan lampu kabut yang ditempatkan di bemper. Begitu juga dengan bumper belakang dan lampu belakang yang tidak kalah menariknya.
Secara keseluruhan dengan dimensi panjang 4.260 mm, lebar 1.735 mm dan tinggi 1.664 mm, Chevrolet Spin terbilang kendaraan di kelas MPV yang patut dipertimbangkan dan dapat bersaing dengan para kompetitornya seperti Avanza-Xenia dan Ertiga.
"Kalau dilihat dari samping dan belakang sekilas agak mirip dengan Nissan Livina ya," cetus salah satu wartawan otomotif nasional yang juga ikut merasakan kenyamanan Spin di sektor penumpang.
2. Interior
|
Interior Spin
|
detikOto duduk di baris kedua ditemani oleh 2 orang jurnalis otomotif lainnya yang duduk di bangku depan sebagai penumpang dan di baris kedua.
Ketika membuka pintu, kabin Spin memang terlihat lapang. Namun setelah duduk dibaris kedua untuk penumpang dengan tinggi 178 cm terasa sempit. Jarak kaki dengan bangku dibaris pertama sangat berdekatan.
Merasa penasaran, detikOto pun melongok ke baris ke tiga dan nampaknya ruang di baris ketiga memang cukup sempit untuk ukuran tinggi badan di atas 170 cm.
"Gue tadi duduk di baris ketiga kaki gue mentok ke bangku yang didepannya. Pas banget begitu juga dengan jarak kepala ke atapnya terlalu pendek," keluh salah satu wartawan otomotif nasional kepada detikOto.
Interiornya memang terlihat mewah dimana desain dashboard yang futuristik serta panel instrumen yang ada di MID didesain berkelas. Kesenyapan pada kabin juga tergolong baik begitu juga dengan stir kemudi yang di desain jauh lebih menarik.
Secara keseluruhan interiornya cukup bagus. Namun yang disayangkan hanya ruang tempat duduk yang masih dapat dibilang belum lapang untuk penumpang dengan tinggi badan 175 keatas.
Kemudian sebagai fitur tambahan dari Spin versi Brazil, mobil untuk Indonesia bisa memiliki fitur AC triple blower. Jadi penumpang belakang tidak akan kepanasan.
3. Performa & Handling
|
Chevy Spin (Aditya-detikOto)
|
Tapi diarea pengujian ini GM Indonesia membuat berbagai macam kontur jalan mulai dari jalan yang lurus hingga bergelombang. Saat jalan bergelombang Spin ini memang cukup nyaman karena ditopang oleh suspensi depan menggunakan Independent tipe MacPherson dan untuk yang belakang menggunakan semi Independent torsion beam.
Tenaganya, meski tidak didapat maksimal tapi Spin yang detikOto rasakan dengan dibekali mesin diesel 1.3 liter 4 silinder ini cukup baik. Mesin diesel turbo injeksi di Spin ini dibekali teknologi commonrail sehingga dapat menghasilkan torsi sebesar 190 Nm dan 75 PS.
Selain tipe diesel, Spin juga tersedia 2 pilihan mesin bensin seperti 1.2 liter dan 1.5 liter.
4. Kesimpulan
|
Chevy Spin (Aditya-detikOto)
|
Chevrolet Spin ini secara keseluruhan cukup nyaman dan patur untuk dipertimbangkan serta mampu bersaing dengan para kompetitor di kelasnya.
Namun sayang, detikOto merasakan kurang begitu luas antara jarak kaki dengan kursi yang berada di depannya. Mungkin karena tinggi detikOto yang menjadi penumpang ini terbilang tinggi.
Tapi untuk perjalanan yang tidak membutuhkan waktu lama, kurang luasnya jarak tersebut tidak akan menjadi masalah yang besar yang akan menjadi masalah besar ketika menempuh perjalanan yang jauh dan lama. Kaki akan terasa pegal.
Harga yang ditawarkan untuk konsumennya di Indonesia juga cukup kompetitif dimana harga untuk varian terendahnya akan dibanderol Rp 139 juta on the road Jakarta dan sekitarnya.
Masalah visibilitas dari baris kedua, menurut detikOto cukup baik. Pengendara maupun penumpang dapat dengan leluasa melihat pandangan ke depan maupun ke belakang.
Halaman 2 dari 5











































Komentar Terbanyak
Ramai Aksi Warga Perbaiki Sendiri Jalanan, Padahal Sudah Bayar Pajak Kendaraan
QR Code Pertalite Kendaraan Nunggak Pajak Disarankan Dihapus
Raja Mobil Listrik di Indonesia Semester Pertama 2026