Perubahan paling kentara pada bumper depan yang didesain ulang hingga agak mirip dengan bumper milik New Honda Jazz.
Selain bumper depan, Honda menawarkan berbagai perubahan lainnya seperti head lamp, grill, stop lamp, pelek dan warna baru pada dashboard.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Start dimulai dari markas Honda di Sunter menuju Cikampek-Cipularang-Bandung. Iring-iringan Freed yang dikawal 2 Patwal cukup seru.
Saat memulai perjalanan, detikOto menyempatkan diri untuk menjadi penumpang depan. Dibandingkan dengan versi lawas, kesenyapan kabin penumpang tak banyak berubah. Kabin penumpang Freed facelift masih terasa cukup nyaman. Suara luar pun tak banyak masuk ke kabin penumpang. Apakah karena tidak ada perubahan pada sektor tersebut. Sepertinya iya.
Sayang tipe satu ini tidak tersedia sliding door otomatis. Dan sempat membuat bingung salah satu rekan jurnalis. "Waduh manual toh sliding door-nya, kirain otomatis juga. Yang kanan juga ni masih manual," sahutnya lagi.
Namun, asyiknya begitu sampai di dalam, kursi penumpang depan Honda Freed sudah tersedia arm rest untuk lengan kanan (arm rest kiri dan kanan untuk kursi baris kedua). Jadi tangan kanan bisa bersandar. Sebagai penumpang depan, posisi kaki pun cukup lapang, dan untuk postur badan 168 cm terbilang nyaman.
Mobil pun melaju perlahan-lahan. Dalam perjalanan, ayunan suspensi terasa nyaman saat melintas aspal rusak dan bergelombang. Hal yang sama dirasakan 2 rekan jurnalis lainnya.
"Enggak ada perubahan, masih nyaman seperti model Freed lama," tutur rekan jurnalis sembari menikmati lantunan musik audio Honda Freed.
Sekedar informasi tambahan, Honda Freed telah tersemat CD player dengan DVD, USB, iPod dan iPhone serta bluetooth.
Kendaraan pun diarahkan ke tempat peristirahatan pertama di KM 57 Cikampek. Saatnya berganti posisi, dan detikOto pegang kendali.
Sebagai pengemudi yang memiliki tinggi badan 168 cm tidak perlu khawatir terhadap visibilitas ke depan. Soalnya Honda Freed sudah tersedia kursi yang bisa naik-turun secara manual. Dan juga terintegrasi tilt steering yang bisa mengatur ketinggian lingkar kemudi. Jadi Anda bisa mendapatkan posisi senyaman mungkin dari dalam kabin. Dengan begitu mengemudi semakin rileks.
Mesin 1.500 cc dengan 5 transmisi percepetan digeber. Honda tampaknya memang tidak mengubah secuilpun jeroan mesin tersebut.
Karakter mesin masin sama dengan versi lawas dan tidak ada perubahan sama sekali. Mesin masih mampu mendorong hingga mencapai 118 PS dengan torsi maksimal 14,9 kgm pada 4.800 RPM. Untuk berakselerasi di perkotaan dan luar kota, mesin ini masih mampu.
Tak terasa mobil sudah melaju dikecepatan 140 km/jam. Memang suara deruan mesin masih masuk ke kabin penumpang. Akan tetapi suara tersebut masih dianggap wajar.
Nah, keunggulan lain dari Honda Freed yakni tersedia gear D3. Cukup tekan tombol kedua di tuas transmisi, secara otomatis mesin akan bermain sampai gigi 3. Fitur ini untuk tanjakan, turunan bahkan membalap sangat handal. Jika kebutuhan mendesak Anda bisa memindahkannya ke 2 atau 1 dengan menurunkan tuas perseneling. Salah satu contoh engine brake.
Tak terasa iring-iringan Honda Freed sampai juga di Bandung. Rombongan pun mampir di salah satu restoran ternama di Kota Bandung untuk makan siang, sebelum para jurnalis merapat di hotel teranyar di Bandung milik Trans Corp yakni The Trans.
Sssttt... momen test drive Honda Freed belum berakhir. Aktivitas media test drive Honda Freed masih berlanjut. Sore harinya, HPM mengadakan seminar photography dan sebagai pembicara adalah Jerry Aurum. Ini masih ada hubungan dengan Freed. Nah, pria ramah itu dengan sabar mulai menelurkan teknik photography satu persatu.
Tema yang paling menarik adalah bukan mengupas kamera SLR dengan harga jutaan rupiah, tapi mengupas kamera poket atau kamera blackberry (BB). Teori yang diberikan cukup sederhana mulai dari mengenali fitur white balance, pengaturan cahaya sampai angle terbaik.
Dalam kesempatan itu, Jerry mencoba menyakini jika di balik kamera poket atau kamera BB terdapat sebuah keunggulan yang tidak disadari pemiliknya. Menurutnya out-put dari kamera poket ataupun kamera BB bisa sebagus SLR.
"Dalam sebuah kamera apapun pasti ada keunggulannya masing-masing. Seandainya pemiliknya tahu, maka hasil jepretannya tidak kalah baik dengan hasil SLR," kata Jerry.
Sekitar 30 menit menjelaskan, Jerry pun mempersilakan jurnalis memotret Honda Freed silver yang sudah teronggok di sudut ruang ballroom hotel The Trans.
Ceklek! satu persatu para jurnalis mencoba mengabadikan Freed facelift dengan teknik terbaru.
(ddn/ddn)












































Komentar Terbanyak
BBM Shell Kosong, Bahlil: Negara Nggak Cuma Ngurus 1 Kelompok!
Viral Istri Ketinggalan di Rest Area saat Mudik, Diantar Polisi Naik Moge
Sindir Mobil Gubernur Rp 8 M, Prabowo: Mobil Presiden Saja Rp 700 Juta