Jika melihat bodinya? Anda bakal merasakan takjub dibuatnya. Apalagi bodinya sudah lumayan besar, jadi jangan ragukan lagi kesan luas saat duduk di dalamnya.
Hyundai menyebut Sonata sebagai sebuah grand luxury yang orang lain hanya bisa memimpikannya. Mmm apakah patut dimimpikan ya?
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Apalagi dengan harga relatif lebih terjangkau. Sonata kini dibanderol seharga Rp 449,5 juta, naik sekitar Rp 4 juta saat diperkenalkan pada bulan Mei tahun lalu.
Menggenggam lingkar kemudinya Anda akan merasakan balutan kulit dengan audio control dan tombol untuk mengatur trip meter. Mengatur tempat duduk pun mudah karena sudah menggunakan sistem elektrik.

Panel-panel di dashboard bisa dijangkau dengan mudah. Yang menarik adalah tombol untuk mengatur aliran udara AC yang dibuat seperti posisi duduk kita di mobil.
Ya sudah, cukup menikmati kabin yang luas, mari kita nyalakan mesin generasi terbaru Hyundai yakni Theta II berkapasitas 2.400 cc DOHC.
Dengan tenaga mencapai 178 ps pada 6.000 RPM, mesin Sonata lumayan responsif untuk ukuran mobil sedan berukuran besar seperti ini.
Dengan tarikan mumpuni, mobil pun bisa melakukan manuver cukup baik saat berada di jalanan penuh belokan, meski sayang agak ternodai dengan suspensi masih terasa cukup keras.
Bagi Anda yang senang balapan, paddle shift di lingkar kemudi juga tersedia. Perpindahan gigi pun terasa nyaman tanpa ada gejala menyentak.
Saat mengemudi, panel instrumen memanjakan Anda dengan cara mengemudi yang irit (ECO). Di panel dekat speedometer yang menyala biru ini, tersaji informasi seperti konsumsi BBM real time dan average, dan berapa jarak yang tersisa sebelum bensin di mobil Anda habis.
Mengingat hanya sedikit poin minus yang detikOto dapatkan selama 2 hari mengendarai Sonata, mobil ini cukup baik untuk menjadi alternatif dari mobil keluaran Jepang atau Eropa sekalipun.
Poin Plus
- Harga
- Fitur lengkap
- Konsumsi BBM
Poin Minus
- Suspensi
Spesifikasi:
- Mesin Theta II 2.4 DOHC 16 V
- Displacement 2.359 cc
- Rasio kompresi 10,5:1
- Daya maksimum 178 dk pada 6.000 RPM
- Torsi maksimum 23,3 kg.m pada 4.000 RPM
- Suspensi depan MacPherson
- Suspensi belakang Multi-link
- Pelek 6,5 J x 17 inci
- Ban 215/55R17
- Konsumsi BBM (data dari Multi Information Display): Konsumsi rata-rata setelah pengemudian di Jakarta selama 2 hari: 8 km per liter.

(ddn/ddn)












































Komentar Terbanyak
Heboh Pajak Mobil-motor di Jateng Tiba-tiba Naik Drastis, Begini Penjelasannya
Mobil Listrik e-Vitara Dianggap Kemahalan, Suzuki Bilang Begini
Pajak Kendaraan Naik karena Opsen, Pemprov Jateng Janji Kasih Keringanan