Secara kasat mata Honda yang kini dibanderol Rp 198,5 juta sampai Rp 224 juta memang tidak banyak melakukan perubahan pada mobil andalannya satu ini.
Namun desain baru dari bumper (depan belakang), grille, headlamp, foglamp hingga LED stoplamp membuat Jazz semakin kuat di tengah anak muda.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dari kesuluruhan di interior perubahan hampir tidak ada sama sekali. Namun ketika masuk ke kabin penumpang, seperti kabin mobil untuk anak muda yang doyan gadget. Terbukti audio double DIN sudah dilengkapi dengan CD player, USB, AUX-in untuk iPod, BlackBerry, dan iPhone pun dibenamkan di dalamnya.

Sementara visibilitas dari dalam ke luar tetap baik. Yang kami rasakan Honda tetap mempertahankan kaca depan yang lebar. Sementara sudut kiri dan kanan depan masih bisa dipantau dengan baik dari dalam berkat kaca kecil dekat spion.
Duduk di kursi pengemudi pun begitu adanya. Kontur kursi yang lembut menjadi prioritas utama untuk kenyamanan pengemudi dan penumpang.
Nah, saatnya menyalakan mesin kapasitas 1.500 cc i-VTEC 5 percepatan 120 dk pada putaran mesin 6.600 rpm serta torsi 145 Nm pada putaran mesin 4.800 rpm. Memang tidak ada perubahan dari segi mesin.
Honda Jazz kali ini masih mumpuni diajak kebut-kebutan. Terlebih fitur paddleshift yang terletak di balik kemudi menjadi unggulan setiap pecinta Honda Jazz. Untuk mobil sekelas, hatchback Honda Jazz satu-satunya yang menyematkan fitur tersebut.
Karenanya Honda Jazz paling enak dibawa kebut dan tidak menghilangkan konsentrasi pengemudi. Kendati ada beberapa yang berubah, Honda mempertahankan suspensi McPherson strut depan dan torsion beam di belakang.
Alasannya adalah handling lebih mantap dan mobil pun tidak limbung. Untuk jalanan bergelombang pun suspensi jenis ini sanggup meredamnya.
Tak terasa sore hari tiba. Waktu berkeliling di ibukota Jakarta dengan Honda Jazz pun selesai. Namun dari apa yang kami rasakan, pengalaman mengemudi dengan Honda Jazz facelift lebih baik.

Apalagi dengan konsumsi BBM yang tetap irit. Dalam pengujian sebelumnya, Honda Jazz mencatat rata-rata angka 1:12 dengan pengemudian di dalam dan luar kota. Sementara jika dipakai untuk bermacet-macet di Jakarta, Honda Jazz membukukan angka 1:10.
Poin Plus:
- Visibilitas
- Kabin luas dibandingkan kompetitor
- Konsumsi BBM
- Harga
- Audio standar












































Komentar Terbanyak
Diduga Mirip Produk China Rp 8 Juta, Kok Bisa Motor MBG Tembus Rp 40 Juta?
Naik Gila-gilaan! Intip Perbandingan Harga BBM RON 98 di RI Vs Negara ASEAN
Awas Kaget! Segini Pajak BYD Atto 1 Bila Tak Lagi Dapat Insentif