detikOto menjajal performa ban varian baru ini di Sirkuit Kaeng Krachan, Hua Hin, Thailand, Rabu (27/7/2011).
Menurut Matthieu Pingnat dari tim desainer Goodyear Luxemburg, Asymmetric 2 dirancang dengan desain khasnya yang memang tidak simetris pada tapak ban. Asymmetric 2 memiliki apa yang disebut Active Braking Technolgy.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Sementara untuk material bannya adalah compound yang merupakan campuran silika dan polimer. Material ini memberikan daya lekat lebih baik terhadap jalanan basah dan kering," kata Pingnat.
Dalam uji coba di jalur basah dengan mobil BMW yang dipacu 100 km/jam, Asymmetric 2 bisa menghentikan mobil setelah 37,5 meter. Sedangkan kompetitornya butuh jarak 40 meter dalam kondisi yang sama, atau pengeremannya jadi 'lebih boros' dibandingkan dengan Asymmetric 2.
Saat detikOto memacu mobil yang sama di jalur basah, Asymmetric 2 handal menjajal tikungan basah dalam kecepatan 60 km/jam.
Namun sayang, instruktur melarang mobil dipacu lebih cepat dengan alasan keselamatan, sehingga uji coba jalur basah ini jadi agak kurang maksimal. Sementara dalam jalur kering, Active Braking Technology ini dapat diandalkan.
Dalam menghadapi kondisi riil di jalanan, detikOto pun berkesempatan menjajal Asymmetric 2 dengan mobil Audi TT dalam konvoi bersama Maseratti dan Porsche Cayenne ke jalanan umum di sekitar Sirkuit Kaeng Krachan.
Asymmetric 2 bisa menambah performa Audi saat dipacu sampai 180 km/jam, membelok di tikungan ringan dengan 140 km/jam dan mengerem cepat menjelang tikungan tajam.
Asymmetric 2 diproduksi massal di Jerman. Managing Director ASEAN Goodyear Asia Pasifik, Richard Fleming menyebutkan untuk ban ini Goodyear membidik konsumen yang menginginkan performa mobil sport yang mewah.
"Ini untuk para konsumen yang yakin ingin memiliki ban dengan performa tinggi yang mewah. High end," kata Fleming dalam wawancara khusus dengan wartawan Indonesia.
Sementara, General Manager Marketing Goodyear Indonesia Fenty Berliana mengatakan Asymmetric siap dipasarkan di Tanah Air pada Agustus 2011. Ban ini tersedia dalam berbagai ukuran dari pelek 15-20 inci, sesuai mobil yang dimiliki para konsumen.
"Kisaran harganya adalah sekitar 20 persen di atas Directional 5 yaitu antara Rp 900.000 sampai Rp 2 juta tergantung ukuran bannya," kata Fenty.
(ddn/ddn)












































Komentar Terbanyak
BBM Shell Kosong, Bahlil: Negara Nggak Cuma Ngurus 1 Kelompok!
Prabowo Mau Buka Pabrik Mobil di RI: Kenapa Kita Jadi Pasar Mobil Orang Lain?
Viral Istri Ketinggalan di Rest Area saat Mudik, Diantar Polisi Naik Moge