Komentari Format Baru MotoGP 2027, Marquez: Pilihannya Cuma Terima atau Pergi

Pertamina Grand Prix of Indonesia

Komentari Format Baru MotoGP 2027, Marquez: Pilihannya Cuma Terima atau Pergi

Luthfi Anshori - detikOto
Jumat, 09 Okt 2026 12:34 WIB
Rider Ducati Lenovo, Marc Marquez,  hadir dalam parade MotoGP di Teras Udayana, Mataram, Rabu (7/10/2026). (Nathea Citra/detikBali)
Rider Ducati Lenovo, Marc Marquez (tengah) hadir dalam parade MotoGP di Teras Udayana, Mataram, Rabu (7/10/2026). (Foto: Nathea Citra/detikBali)
Jakarta -

Marc Marquez memberikan komentar cukup keras soal format baru MotoGP yang akan diterapkan mulai musim 2027. Menurut pebalap Ducati itu, perubahan format akan membuat akhir pekan balapan semakin intens dan meningkatkan tekanan terhadap pebalap.

Marquez menilai format MotoGP saat ini sebenarnya sudah cukup. Tapi keputusan perubahan bukan di tangan para rider, sehingga mereka hanya bisa beradaptasi dengan aturan baru tersebut.

"Format ini menambah intensitas dan komitmen, padahal format sekarang sudah cukup. Tapi bukan kami yang memutuskan. Kami harus menyesuaikan diri. Kamu hanya menerimanya atau pergi," ujar Marquez seperti dikutip dari GPOne, Kamis (8/10/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Komentar tersebut disampaikan dia saat berada di Sirkuit Mandalika jelang gelaran Pertamina Grand Prix of Indonesia 2026. Dia juga menanggapi pernyataan Pedro Acosta yang sebelumnya menilai format baru MotoGP dapat memperpendek karier para pebalap.

Marquez mengaku setuju dengan pandangan Acosta tersebut. Menurutnya, meski dirinya sudah berada di penghujung karier, format baru tetap berpotensi memberi beban lebih besar kepada para pebalap.

ADVERTISEMENT

"Saya setuju dengan Pedro. Meskipun karier saya sudah hampir berakhir, memang akan seperti itu," sambung pebalap asal Spanyol.

Salah satu hal yang paling dikhawatirkan Marquez bukan hanya beban fisik, tapi tekanan mental. Format baru bikin pebalap harus lebih sering mengendarai motor dalam kondisi maksimal dengan intensitas dan adrenalin tinggi.

"Format baru berarti lebih banyak risiko, lebih banyak waktu berkendara dengan intensitas maksimal, lebih banyak adrenalin, dan energi mental yang lebih besar," ujarnya.

Menurut Marc, beban fisik sebenarnya masih bisa dikelola. Namun, tekanan mental selama akhir pekan balapan justru bisa lebih menguras tenaga karena banyaknya momen menegangkan.

"Secara fisik memang menantang, tetapi bisa mengatur tenaga. Secara mental justru lebih menguras selama akhir pekan balapan," sambungnya.

Kekhawatiran tersebut juga berlaku bagi para pebalap muda yang nantinya masuk ke kelas MotoGP. Mereka akan langsung menghadapi format baru dan harus beradaptasi dengan intensitasnya.

Marquez memperkirakan persoalan kelelahan mental akan semakin terlihat dalam satu musim yang terdiri dari 22 balapan dengan format tersebut.

Selain soal beban balapan, dia menyoroti minimnya informasi yang diterima para pebalap terkait perubahan format. Marquez bilang keputusan sudah dibuat dan para pebalap kini hanya perlu menjalankannya.

Marc juga membuka kemungkinan terbentuknya organisasi pebalap yang lebih kuat pada masa depan, seperti yang ada di Formula 1. Menurutnya, para pebalap sebenarnya memiliki kepentingan yang sama, yakni bisa tampil cepat, memenangkan balapan, tetapi tetap menjaga keselamatan dan memperpanjang karier.

"Suatu hari nanti, cepat atau lambat, kami akan membuat sesuatu yang mirip dengan apa yang sudah ada di Formula 1," bilang Marquez.

MotoGP Ubah Format Akhir Pekan Mulai 2027, Ada Dua Starting Grid

MotoGP akan menerapkan format baru akhir pekan balapan mulai musim 2027. Perubahan paling besar adalah hadirnya Kualifikasi Sprint, sehingga balapan Sprint dan Grand Prix akan memiliki starting grid yang berbeda.

Pada Jumat, sesi MotoGP dimulai dengan FP1 selama 45 menit. Setelah itu ada FP2 selama 30 menit yang menggantikan sesi Practice. Rangkaian hari pertama ditutup Kualifikasi Sprint selama 15 menit untuk menentukan starting grid Sprint pada Sabtu.

Sabtu diawali FP3 selama 20 menit. Selanjutnya seluruh pebalap mengikuti GP Q1 selama 15 menit. Sebanyak 12 pebalap tercepat berhak melaju ke GP Q2 yang juga berlangsung 15 menit.

Sprint MotoGP kemudian digelar menggunakan starting grid berdasarkan hasil Kualifikasi Sprint pada Jumat. Dengan demikian, hasil kualifikasi Sprint tidak menentukan posisi start untuk Grand Prix.

Sementara pada Minggu, balapan Moto3 dan Moto2 akan digelar lebih dulu. Warm Up MotoGP tidak lagi berada pada slot pagi seperti format saat ini. Sebagai gantinya, pit lane dibuka 10 menit sebelum Grand Prix untuk memberikan kesempatan melakukan pengecekan akhir.

Grand Prix MotoGP kemudian dimulai menggunakan starting grid dari hasil GP Q1 dan GP Q2. Format baru ini akan diterapkan bersamaan dengan regulasi teknis baru MotoGP 2027.



(lua/din)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads