Toyota meluncurkan generasi terbaru bus rute berbasis sel bahan bakar hidrogen atau fuel cell bernama Toyota Sora pada 5 Oktober 2026. Bus ini dikembangkan bersama Isuzu untuk mendukung transportasi umum ramah lingkungan.
Dikutip dara siaran pers resmi, Toyota Sora terbaru menggabungkan platform bus listrik baterai (BEV) lantai rata punya Isuzu, dengan teknologi fuel cell Toyota. Dibanding generasi sebelumnya, kapasitas total tangki hidrogen dikurangi sekitar 20%, tetapi jarak tempuhnya bertambah sekitar 100 km menjadi lebih dari 300 km.
Dari sisi keselamatan, bus ini dibekali Emergency Driver Stop System (EDSS) yang terhubung dengan pemantau kondisi pengemudi. Jika sistem mendeteksi masalah pada pengemudi, bus dapat melambat dan berhenti secara otomatis, kemudian mengaktifkan rem parkir.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Bus hidrogen Toyota Sora Foto: Toyota |
Ada pula sistem pemantau titik buta di bagian depan yang mendeteksi pejalan kaki dan pesepeda. Fitur tersebut dirancang untuk membantu mengurangi risiko kecelakaan.
Untuk kenyamanan penumpang, kabinnya menggunakan lantai rata tanpa anak tangga. Toyota juga menyediakan empat varian dengan konfigurasi tempat duduk berbeda untuk kebutuhan operasional perkotaan dan pinggiran kota.
Pengisian hidrogen penuh diklaim membutuhkan waktu sekitar 10 menit. Bus ini juga dapat digunakan sebagai sumber listrik darurat saat terjadi bencana dengan bantuan perangkat suplai daya eksternal.
Bus hidrogen Toyota Sora Foto: Toyota |
Pada model perkotaan, Toyota Sora memiliki panjang 10.545 mm, lebar 2.485 mm, dan tinggi 3.440 mm. Kapasitasnya mencapai 70 orang, termasuk penumpang duduk, berdiri, dan awak kabin. Motor listriknya menghasilkan tenaga maksimum 220 kW dengan torsi 970 Nm. Sementara tangkinya berkapasitas 471 liter.
Toyota menyebut pengembangan Sora menjadi bagian dari upaya memperluas pemanfaatan hidrogen di transportasi umum dan mendukung target pengurangan karbon.
Bus hidrogen Toyota Sora Foto: Toyota |













































