×
Ad

Performa Jeblok, Bagnaia Bilang Begini

Ridwan Arifin - detikOto
Selasa, 15 Sep 2026 16:13 WIB
Francesco Bagnaia Foto: Anadolu via Getty Images/Anadolu
Jakarta -

Performa Francesco Bagnaia jeblok betul. Pencapaian Bagnaia sangat kontras dengan rekan setimnya, Marc Marquez.

Bagnaia terakhir kali meraih kemenangan di balapan utama MotoGP Jepang, Sirkuit Motegi. Bagnaia belum mencerminkan statusnya sebagai juara dunia, posisi terbaiknya hanya finis ketiga sebanyak empat kali.

Rider Italia ini juga sering crash. Tercatat Bagnaia mundur dari balapan sebanyak tujuh kali, termasuk balapan utama MotoGP San Marino 2026.

Pencapaian Bagnaia sejauh ini di musim 2026 begitu kontras dengan rekan setimnya, Marc Marquez. Juara bertahan MotoGP itu sudah menang lima kali musim ini meski masih punya masalah di bahunya.

Bagnaia tak menampik hasil buruk beruntun ini membuatnya harus menurunkan ekspektasi. Ia mengaku kesulitan di sektor pengereman dan saat menikung, dua elemen yang dulu menjadi kekuatan utamanya.

"Ini adalah nihil poin ketiga saya secara beruntun. Kami bekerja sangat keras dan tim saya melakukan segalanya agar saya nyaman, tapi sayangnya saya tidak bisa mengatasinya dan saya tidak mengerti kenapa," kata Bagnaia dikutip dari Motosan.

"Ada hal-hal yang sudah tidak bisa lagi saya lakukan, terutama pengereman saat masuk tikungan dan menikung. Saya harus menerima kenyataan, mulai dari premis bahwa level saya saat ini ada di posisi sembilan atau sepuluh, dan mulai lagi dari sana. Ada sesuatu yang hilang," tambah dia.

Di luar masalah performanya, Bagnaia juga menyoroti kesenjangan sistem pembinaan pembalap muda antara Italia dan Spanyol. Menurutnya, akses dan biaya menjadi faktor utama yang membuat Spanyol lebih unggul mencetak talenta.

"VR46 Academy sudah berupaya keras dan ada pembalap-pembalap kuat yang berkembang, tapi ada perbedaan besar dalam komitmen dan sumber daya di kategori bawah. Di Spanyol, kamu bisa berlatih dengan motor 600cc atau 1000cc hampir tanpa batasan sejak usia muda; balapan di sana biayanya sangat murah," jelasnya.

"Di Italia, masuk ke sirkuit besar hampir mustahil karena tidak terjangkau semua orang dan kami kekurangan infrastruktur. Itulah kenapa banyak pembalap Italia pergi berlatih di Spanyol, karena kejuaraannya memakai motor yang identik dengan Kejuaraan Dunia dan jadi batu loncatan sempurna," tambah Bagnaia.

Meski tengah terpuruk, Bagnaia mulai menatap seri berikutnya di Austria, sirkuit yang secara historis ramah untuk Ducati sekaligus cocok dengan gaya balapnya. Namun ia tetap realistis, menyebut segalanya bergantung pada apakah kepercayaan dirinya bisa kembali.

"Ini sirkuit yang bagus untuk Ducati dan salah satu yang terbaik untuk saya. Ketika saya merasa nyaman di atas motor, saya berhasil memenangkan balapan dengan selisih signifikan, tapi sekarang semuanya akan tergantung bagaimana perasaan saya saat kami tiba di sana," pungkas Bagnaia.



Simak Video "Video: Marquez Mulai Mengancam Papan Atas Klasemen MotoGP"

(riar/dry)
Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

detikNetwork