Yamaha meluncurkan 'serangan balik' ke pebalapnya, Fabio Quartararo. Sebelumnya Quartararo terang-terangan ogah membantu Yamaha melanjutkan pengembangan M1. Pabrikan berlambang garpu tala pun gantian mengkritik Quartararo. Begini katanya.
Perseteruan Quartararo dengan Yamaha MotoGP semakin memanas. Setelah Sprint Race MotoGP Aragon berakhir lebih cepat akibat kerusakan mesin M1, rider asal Prancis tersebut secara tegas menolak membantu pengembangan motor Yamaha untuk musim 2027.
"Saya tidak ingin mengembangkan motor untuk para pebalap tahun 2027. Saya tidak akan memaksakan diri hingga batas dan tidak akan menjadi penguji seperti yang saya lakukan akhir pekan ini. Saya tidak dalam posisi untuk membantu. Dan karena alasan pribadi, saya tidak ingin membantu," ungkap El Diablo dikutip dari GPOne.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Fabio Quartararo Foto: Getty Images/Gold & Goose Photography |
Pernyataan tersebut berkaitan dengan keputusan Yamaha yang tak mengizinkan Quartararo mengikuti tes prototipe 850 cc dengan ban Pirelli di Austria. Manajer Tim Yamaha, Massimo Meregalli, kemudian memberikan tanggapan. Menurutnya, keputusan tersebut bukan hanya berlaku untuk Quartararo, tapi juga pebalap lain yang mau meninggalkan tim di akhir musim.
"Dalam tes tersebut, kami akan membiarkan Razgatlioglu dan kemungkinan besar Guevara mencoba motor, karena tahun depan mereka akan bergabung dengan kami. Semua pabrikan telah mengambil keputusan ini. Martin dan Ogura tidak akan menguji Aprilia, Bagnaia tidak akan menguji Ducati, Acosta tidak akan menguji KTM, dan kami pun tidak akan membiarkan Miller kesempatan menguji motor 850 cc kami," bilang Meregalli.
Meregalli bahkan meminta Quartararo mencontoh Jack Miller yang tetap memberikan dukungan kepada Yamaha meski akan pergi.
"Fabio seharusnya mencontoh Jack, yang selalu memberi yang terbaik dan memastikan bahwa, meskipun kami sedang dalam kesulitan, suasana hati yang baik tetap terjaga," sambungnya.
Namun, persoalan Quartararo dengan Yamaha ternyata sudah berlangsung lebih lama. Juara dunia 2021 itu kecewa karena Yamaha memilih menggunakan mesin baru pada musim 2026, sementara dirinya berharap menjalani musim terakhir dengan M1 bermesin empat silinder segaris yang sudah matang.
Kritik Quartararo terhadap komponen baru Yamaha juga menjadi sorotan. Direktur Pelaksana Yamaha Motor Racing, Paolo Pavesio, menilai sikap pebalapnya tidak konsisten.
"Fabio sering mengeluh bahwa kami tidak mengembangkan motor, dan ketika kami membiarkannya mencoba komponen baru, dia justru menegur kami dengan mengatakan bahwa itu hanya membuang-buang waktu. Dia kurang objektif," bilang Pavesio.











































