Pedro Acosta Dulu Sesumbar, Singgung Balapan di Indonesia

Pedro Acosta Dulu Sesumbar, Singgung Balapan di Indonesia

Ridwan Arifin - detikOto
Senin, 31 Agu 2026 14:37 WIB
NORTHAMPTON, ENGLAND - AUGUST 9: Pedro Acosta of Spain and Red Bull KTM Factory Racing(37) looks on after Warm-up Session before the Grand Prix of Great Britain at Silverstone Circuit on August 9, 2026 in Northampton, England. (Photo by Qian Jun/MB M
Pedro Acosta Foto: Getty Images/Qian Jun/MB Media
Jakarta -

Pedro Acosta bisa podium lagi bersama KTM. Kali ini dia finis kedua saat balapan MotoGP Aragon 2026. Acosta mengaku tidak suka sesumbar lagi sebelum balapan.

Sorotan dan pujian setinggi langit buat Acosta datang dari pebalap senior, termasuk Marc Márquez hingga Aleix Espargaró. Aksi Acosta menggeber KTM disebut sebagai "keajaiban", tapi pujian itu tak lagi membuatnya jemawa. Acosta sadar bahwa ucapan manis di luar lintasan tidak ada artinya jika tidak dibarengi dengan hasil nyata.

"Saya rasa saya membuat banyak kesalahan tahun lalu karena terlalu banyak bicara. Jadi kali ini saya memilih menunggu sampai benar-benar naik ke atas motor. Saya tidak ingin sesumbar lalu gagal membuktikannya," ujar Acosta dikutip dari Motosan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Acosta belum pernah menang sekalipun saat menggeber KTM. Saat ini dia berada di posisi enam klasemen sementara MotoGP 2026 dengan 189 poin.

ADVERTISEMENT

Karakteristik lintasan di Asia dinilai sangat cocok dengan karakter motor KTM, sekaligus membuka peluang bagi Acosta untuk meraih kemenangan perdananya sebelum berpisah dengan tim.

"Balapan di luar Eropa selalu cocok untuk kami. Kami akan pergi ke Jepang, Indonesia, Malaysia... Tahun lalu kami tidak begitu jauh dari kemenangan. Mudah-mudahan kami bisa bermimpi untuk menang bersama KTM," ungkapnya

Bagi Acosta, mengamankan peringkat ketiga di akhir musim MotoGP adalah target realistis. Ia menyadari pentingnya konsistensi dalam mengumpulkan poin di setiap balapan ketimbang mengambil risiko berlebih yang berujung crash.

"Yang paling saya benci adalah terjatuh dan tidak mendapatkan poin. Jika saya ingin mengejar peringkat ketiga di Kejuaraan Dunia, saya harus mengumpulkan poin sebanyak mungkin. Saya rasa saya akan pergi dari KTM dengan perasaan yang jauh lebih lega jika berhasil mencapai target tersebut," tegasnya.

Performa impresif Acosta yang kerap mengasapi pebalap KTM lainnya dengan selisih hingga puluhan detik diyakini berkat perubahan atmosfer di dalam garasi. Komunikasi yang lebih terbuka serta kedewasaannya dalam menerima masukan menjadi kunci kebangkitan tim.

"Saya senang karena tim tidak memasukkan tuntutan saya ke dalam hati. Saya juga merasa kini bisa menerima kritik dengan jauh lebih baik dibanding setahun lalu. Ini membantu kita semua untuk berkembang," jelasnya.



(riar/rgr)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads