PT Pertamina Lubricants sudah hampir tiga tahun menjadi sponsor utama tim MotoGP VR46 Racing Team. Lantas, dengan nilai kontrak yang tak sedikit, apa aja keuntungan yang diterima perusahaan lokal tersebut?
Kontrak Pertamina Lubricants dengan VR46 Racing Team telah dimulai sejak 2024 hingga akhir 2026. Meski tak pernah disebut angka pastinya, namun nilai kerja sama tersebut diprediksi sangat mahal.
Laman GPOne pernah memberitakan, untuk bisa menjadi sponsor utama tim MotoGP dibutuhkan dana minimal 12 juta euro (setara Rp 240 miliaran) hingga 20 juta euro (setara Rp 410 miliar) per tahun.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pembalap Pertamina Enduro VR46 Racing Team Franco Morbidelli memacu kecepatan motornya dalam sesi latihan bebas MotoGP Indonesia 2025 di Sirkuit Internasional Pertamina Mandalika, Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat, Jumat (3/10/2025). MotoGP Indonesia yang merupakan Seri ke-18 MotoGP tahun ini berlangsung pada 3-5 Oktober 2025. ANTARAFOTO/Aditya Pradana Putra/rwa. Foto: ANTARA FOTO/Aditya Pradana Putra |
Dengan nilai kontrak selangit itu, apa keuntungan brand yang beriklan di tim MotoGP? Menurut Pertamina Lubricants, kemitraan dengan VR46 Racing Team tak hanya membuat mereka dikenal dunia, melainkan juga mendapat offering kerja sama dari partner-partner global lain.
"Kalau di kami jelas 2-3 tahun terakhir ini exposure-nya luar biasa, business opportunity-nya juga luar biasa," ujar Nugroho Setyo Utomo selaku VP Marketing PT Pertamina Lubricants di Gedung Bank Mega, Tendean, Jakarta Selatan.
"Tadi sudah saya sampaikan, setelah bermitra dengan VR46, kita juga dapat offering dari partner-partner lain. Partner global kita sebelumnya sudah ada, tapi ditambah dengan kemitraan VR46, ini semakin kuat," tambahnya.
Ketika baru menjalin kerja sama dengan VR46 Racing Team 2024 lalu, Nugroho pernah bicara mengenai nilai kontrak dengan tim balap MotoGP. Meski tak menyebut angka pasti, dia membenarkan, angkanya tembus ratusan miliar rupiah.
Kini, kontrak Pertamina Lubricants dengan VR46 Racing Team hanya tersisa setengah musim lagi. Nugroho dan timnya masih mengkaji berbagai kemungkinan soal perpanjangan kontrak.
"First partnership kita (dengan VR46 Racing Team) memang sampai 2026. Sekarang kita sedang evaluasi untuk kelanjutannya karena banyak pertimbangan," tuturnya.
"Misalnya seperti prestasi tim, pencapaian yang kita dapat, exposure, tentunya dengan pengembangan-pengembangan yang sudah kita lakukan sejauh ini," lanjutnya.
Menurutnya, kontrak dengan partner kurang lebih mirip pebalap. Ketika memasuki akhir kemitraan, maka ada komunikasi intens dengan tim terkait. Namun, dia belum bisa menyampaikan, progress-nya seperti apa.
"Komunikasi pasti intens, bukan berarti kita komunikasi hanya di awal dan akhir musim. Kita daily terus melakukan komunikasi, karena secara teknis kita terus melakukan atensi," kata dia.











































