×
Ad

Akhirnya Toprak Sadar

Luthfi Anshori - detikOto
Jumat, 20 Mar 2026 13:37 WIB
Toprak Razgatlioglu. Foto: Anadolu via Getty Images/Anadolu
Jakarta -

Adaptasi Toprak Razgatlioglu di ajang MotoGP mulai menunjukkan perkembangan, meski prosesnya tidak berjalan mudah. Pebalap asal Turki itu sempat kesulitan di awal musim, terutama saat mencoba menerapkan gaya balap khas Superbike ke motor prototipe MotoGP.

Menurut Direktur Pelaksana Yamaha Racing, Paolo Pavesio, kemajuan Toprak di seri pembuka Thailand terjadi, setelah ia menyadari pendekatan tersebut tak sepenuhnya cocok di MotoGP. "Saya rasa Toprak telah melakukan pekerjaan yang sangat baik," kata Pavesio dikutip dari Crash.

"Dia harus belajar. Selama musim dingin, dia mencoba - jika saya boleh mengatakannya seperti ini - untuk mengubah MotoGP menjadi Superbike, agar merasa nyaman. Kemudian dia mengerti bahwa MotoGP adalah MotoGP, dan ada hal-hal yang tidak boleh dia kompromikan," terang Pavesio.

Sebelumnya, juara bertahan WSBK itu mencoba mengadaptasi setelan motor Superbike ke Yamaha M1. Tapi pendekatan tersebut justru memunculkan berbagai kendala, mulai kesulitan menjaga kecepatan di tikungan, hingga masalah teknis akibat konfigurasi aerodinamika.

Perubahan mulai terlihat saat balapan di Buriram, ketika motor kembali menggunakan setelan khas MotoGP, termasuk pemasangan aerodinamika belakang secara penuh.

Pavesio juga menjelaskan bahwa tim sengaja memberi ruang bagi Toprak untuk bereksperimen selama masa adaptasi.

"Setelah bertahun-tahun meraih kesuksesan di SBK, saya rasa dia mencari cara untuk membuat MotoGP lebih mirip dengan Superbike. Kami mendukungnya karena kami pikir itu adalah hal yang tepat baginya untuk mendapatkan kesempatan itu," kata dia lagi.

"Dan akhirnya, seperti yang bisa Anda lihat, dia memasang kembali (aero belakang), dan setang kemudi menjadi lebih normal. Dia sedang belajar bahwa untuk balapan di MotoGP, Anda perlu melakukan hal-hal tertentu dengan cara yang sama seperti 21 pebalap lainnya," sambungnya.

Pandangan serupa juga disampaikan legenda MotoGP, Jorge Lorenzo. Kata Lorenzo, 'gaya Superbike' memang sulit diterapkan di MotoGP. Sebab dua motor ini sangat beda peruntukkannya.

"Ini sulit bagi Toprak karena dia menghabiskan seluruh hidupnya di atas motor jalanan (Superbike), yang sama sekali berbeda dengan MotoGP," kata Lorenzo.

"Motor prototipe ini sangat kaku dan perlu mempunyai kecepatan menikung yang tinggi. Dia mencoba berkendara, seperti yang saya lihat di tikungan, seperti Superbike, mengerem sangat keras, menggerakkan motor, membuat garis 'V' (berhenti dan jalan). Sangat ekstrem," tambah Lorenzo.



Simak Video "Video Perang AS-Iran Bikin Jadwal MotoGP Qatar Berubah"

(lua/din)
Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork